I'm finna efrilla name is my tumblr welcome and here I will tell you about my life, good to see!

"KANGEN TIARA :(("

- at Tiara Room

"SI TIARA PARAH LAH GEULEUH MALAH DI TWEET HASEUM!!
BAJAK LAH :(("

- at Tiara Home

"BAJAK TUMBLR FINNA TUH RAME =))"

-

FINNA BEAUTIFUL =)) 

FINNA BEAUTIFUL =)) 

"PARAH LAH DI TWEET TIARA HASEUM=))
FINNA JELEK=))"

-

"WITH TIARA =)) TUKANG BAJAK=))"

-

LOOK MY NAME =))

LOOK MY NAME =))

"TIARA BEAUTIFUL =))"

- TiaraN



“We all””Have someone who is hidden in the bottom of my heart””When we think of him, we would feel like … umm ….”“It always felt a little sick inside””But we still want to keep him”“Although I do not know where he is now ..””What he did””But he is the one who made me know this ..”

“The crazy things, called LOVE“ (crazy little thing called love)

“We all”
”Have someone who is hidden in the bottom of my heart”
”When we think of him, we would feel like … umm ….”
“It always felt a little sick inside”


”But we still want to keep him”
“Although I do not know where he is now ..”
”What he did”
”But he is the one who made me know this ..”


“The crazy things, called LOVE“ (crazy little thing called love)

LIKE THIS PICT !!

LIKE THIS PICT !!

ONE
Pagi menjelang dimananya aku terbangun dari tempat tidur ku pandang jam yang terletak di dinding berwarna pink, aku lihat jarum jam tersebut ternyata menujukan angka dimananya seharusnya aku sudah berangkat di jam itu, tetapi betapa santainya aku ketika aku mengetahui hal tersebut sepertinya memang inilah sifat ku pemales, jadwal pun belum aku siapkan dari malam aku menyiapkannya sebelum berangkat sekolah, aku jarang sekali belajar, ya memang beginilah diriku sebenarnya. Suara kaki papah terdengar sekali di telingaku akupun beranjak bangkit dari tempat tidurku aku berlari, aku sangat takut jika papahku sudah memarahiku, bisa gawat. 
            “De, ayo cepat mandi, nanti kamu terlambat ke sekolah” 
            “Bentar lagi deh mah, aku males mandi jam segini” 
            “Mau berangkat jam berapa kamu? Hah?” dengan nada marah mamahku menunjukan jam di depanku, aku berlari ke kamar mandi, entah mengapa aku sama sekali tidak ada semangat untuk sekolah sama sekali, aku sangat malas jika harus dateng tepat waktu mendingan telat sekalian, tapi pada akhirnya aku mandi siap siap aku berangkat ke sekolah lalu aku berangkat sendiri berjalan melewati jalan dekat selokan besar dengan wajah kusut, sungguh aku tidak ingin sekolah, aku duduk pada akhirnya di angkot tepatnya di tempat dekat supir angkot tersebut, aku pandang ke arah luar pintu terlihat ada cewek sama cowok lagi ngobrol mereka terlihat seperti pacaran entah mengapa aku iri melihatnya, kalau saja aku bisa seperti itu, khayalku. Di perjalanan cukup jauh dari rumah ke sekolah membuatku semakin males untuk berangkat ke sekolah memang ini penyakit kapan hilangnya, sepertinya tidak akan mungkin hilang, “Kiri paaaaaaak” kataku saat itu aku turunkan lalu membayar uang lalu aku menaiki angkot untuk kedua kalinya lagi lagi aku suntuk aku duduk di sebelah supir angkot aku mendengar berita 
            “Selamat datang di 4009FM Radio, kami akan membacakan berita, berita pertama 1000 anak terancam tidak bisa sekolah karna gedung yang bertempat di Kalimantan Timur baru saja merobohkan gedung sekolah akibat guncangan angin topan dan juga merobohkan beberapa rumah warga, terpaksa warga harus cepat mengungsi sebelum terjadi bencana susulan, warga disana berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut…………” 
            Disitu aku diam, ternyata orang disana lebih susah kadang buatku bersyukur itu sangatlah susah bagi seorang aku, diam aku dalam lamunan akhirnya aku tersadar hampir saja sekolahku terlewat untung saja aku turun lalu aku membayarnya pada akhirnya aku sekolah, lalu aku memasuki gerbang sekolah dengan wajah malas aku berjalan ke kelasku, akupun duduk terdiam dan aku membuka handphoneku, ternyata ada pesan singkat dari pacarku yang cukup membuatku kaget “Good morning darling” tumben sekali dia sms seperti itu, oh ya.. pacarku senior dia beda sekolah orangnya cuek, akupun menjawab “Good morning to” lalu aku simpan kembali handphoneku di tas, lalu aku siap memulai pelajaran guru datang memasuki kelas pelajaran matematika pun di mulai aku malas sekali mempelajari pelajaran ini, kalian tau? Aku sangat membenci rumus aku sangat membenci pelajaran ini apalagi gurunya yang membuatku jengkel, lalu aku memandang buku matematika rasanya ingin muntah ketika aku melihat rumusnya, berharap waktu pulang akan cepat selesai, dan lagi aku lupa membawa baju olah raga aku terpaksa menerima hukuman berdiri di lapangan yang super panas
            “Tia ngapain kamu disitu?” 
            “Di hukum, gara gara tidak membawa baju olah raga” 
            “Wow! Mandi keringat ya? Hahahaha” tawanya puas 
            Sampai kapan aku di hukum disini aku capek, aku pun duduk karna lelah berdiri lalu ada guru menghampiriku, setelah pelajaran olah raga aku di remedial pelajaran bahasa sunda, apa apaan ini? Semakinku malas di sekolah lalu dua jam itu berakhir saatnya aku remedial bahasa sunda di ruang guru, aku duduk memandang tulisan aksara sunda, akupun terkejut ketika aku melihat seorang cowok duduk lalu dia katanya dapat beasiswa ke luar negeri, lalu dia di beri sambutan hangat oleh guru tersebut rasanya aku ingin seperti itu dan lagi aku malas memandang soal remedial tersebut aku mengalihkan kembali pandanganku pada lelaki tersebut namanya Jordan dia anak 12 IPA 5 sepertinya aku sangat hafal pada wajahnya, dia tampan hidungnya mancung bule, memakai kacamata, ketua OSIS ketika masa SMP nya, entah mengapa aku kagum padanya selain itu dia pintar segala hal dan memang dia pantas di banggakan oleh keluarganya, saat aku tersenyum dia memandangku aku mengalihkan pandanganku ke kertas remedial bahasa sunda, terpaksa aku asal mengisi jawabannya, di kumpulkan aku keluar kelas sambil tersenyum pada cowok yang aku kagumi dia memandangku, aku memasuki kelas memang penyakit malasku ini tidak bisa hilang sampai kapan aku begini? Aku tidak tahu sampai kapanya, bel istrirahatpun berbunyi inilah yang aku tunggu dan sebentar lagi ya sekitar dua jam lagi akan pulang 
            “Hey coy, ngapain kamu disini? Diam melamun” 
            “Hey Anel, aku lagi jatuh cinta sama kaka senior namanya Jordan”
            “Gila coy, kamu udah punya pacar! Mau di kemanain pacarmu? Ha?”
            “Aku gatau yang jelas aku jatuh cinta dan tertarik sama kaka senior tersebut entah mengapa aku senang memandangnya, dia tampan aku mengaguminya sungguh aku menyukainya dari pandangan pertama” 
            “Mana mungkin dia kagum sama kamu, dia suka cewek yang pinter” 
            “Cewek pinter?”
            “Iya ti..”
            Pinter? Cukup tahu yah, aku punya otak pas pasan gini mana mungkin pinter aku terdiam kembali bagaimana caranya aku harus pintar agar menarik simpati dia padaku, aku ingin di kagumi olehnya entah bagaimana caranya aku ingin di kagumi olehnya, inginku dalam hati. Bel pun berbunyi saatnya memasuki kelas lalu guru yang ngajar ternyata sakit aku keluar kelas akupun ke loteng atas di sekolahku sambil menanyakan pada diri sendiri “Kapan aku pintar?” hingga kini masih di pertanyakan olehku ternyata aku mendengar suara merdu di ruang kesenian, suara siapakah itu akupun segera berlari ke tempat tujuan, lalu setelah sampai aku melihat Jordan sendirian, aku membuka pintunya dengan penuh rasa canggung
            “Oh no mountains too high enough, oceans too wide, cause together or not, our dance won’t stop, let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for, you know I believe, that we were meant to be….”  
            “Suara kaka bagus juga yah” pendapatku lalu dia memandangku lalu aku minta melanjutkan kembali, diapun melanjutkan nyanyiannya, entah mengapa aku semakin kagum padanya entah mengapa aku enggan berhenti untuk mengaguminya, lalu akupun menghampirinya lalu aku menepuk pundaknya lalu tersenyum dan akupun pergi entah mengapa aku senang di hari ini, bel pulangpun berbunyi aku bergegas ke kelas untuk mengambil tasku, lalu aku eskul basket entah mengapa aku kepikiran Jordan Jordan dan Jordan entah otakku hanya disi dengan namanya, lalu aku ganti baju bersama temanku lalu aku bertanya pada temanku
            “Put, kamu kenal senior bernama Jordan?”
            “Hem, aku engga mengenalnya tapi aku hanya tau dia mendapatkan beasiswa kan?”
            “Iya, dia akan pergi kesana kapan put?” 
            “katanya pas kita kenaikan kelas, kayaknya 3 bulan lagi, kenapa? Kamu suka?”
            “Engga ada temanku suka padanya” jawabku bohong 
            Gila, ternyata 3 bulan lagi dia akan meninggalkan Indonesia, aku bagaimana mengatakan perasaan sukaku padanya bagaimana caranya tanyaku dalam hati, aku suka pada pandangan pertama, saat bermain basket aku melamun entah mengapa namanya muncul kembali terhadapku, entah mengapa namanya muncul terus menerus aku ini kenapa? Aku gakan bisa menjadi pacarnya, jadi temannya saja susah apalagi pacarnya. Aku kembali melanjutkan bermain basket mencoba sejenak lupakan nama Jordan di pikiranku, lalu saat jam istrirahat aku membuka kembali handphoneku di dalam tas sambil meneguk air minum ku lihat pacarku mengirim pesan “Maaf sayang, aku engga bisa smsan untuk hari ini soalnya aku sibuk” pesan singkatnya membuatku malas membalasnya, lalu aku simpan kembali handphoneku di dalam tas, punya pacar sibuk males banget. Akhirnya aku izin pulang entah mengapa aku males latihan basket, akhirnya aku pulang bersama temanku menaiki sepeda motor, sesampainya di rumah aku langsung mengampiri mamahku 
            “mamah…”
            “Ya ? kenapa?” jawabnya singkat 
            “Aku ingin les bimbel, aku ingin les pokonya gak mau tau!” 
            “Hah? Engga salah tuh kamu ngomong?” 
            “Engga aku ingin les! Mulai hari ini aku mohon mah” 
            Lalu mamahku menganggukan kepala sambil mengusap ngusap rambutku, aku ingin menjadi apa yang di inginkan Jordan lalu aku berlari ke kamar segera aku membuka computerku, aku ingin membuka situs twitter aku ingin mengtweet sesuatu yang pasti ingin menulis perasaanku pada kaka kelas senior yang aku suka
Akan aku buktikan aku akan bisa menjadi seperti yang kamu mau, akan aku buktikan aku bisa menjadi yang baik aku akan berusaha!
Tentu saja aku bisa RT @anelli_a: Memangnya bisa? RT @tiamelias: Akan aku buktikan aku akan bisa menjadi seperti yang kamu mau, akan aku 
Jangan kira aku gbsa yah aku bisa >:)) RT @anelli_a: coba cik buktikan=)) RT @tiamelias: Tentu saja aku bisa RT @anelli_a: Memangnya bisa?
Okay!=))) RT @anelli_a: coba buktikan=)) RT @tiamelias: Jangan kira aku gbsa yah aku bisa >:)) RT @anelli_a: coba cik buktikan=)) 
          Dan akupun exit dari twitter aku ingin belajar, untuk membuktikan aku bisa untuk menarik perhatian kaka kelas senior yang bernama Jordan, sungguh aku sangat menyukainya sangat menyukainya entah mengapa aku telah di butakan olehnya, sehingga aku ingin belajar seperti ini aku membuka pelajaran matematika aku perlahan lahan melihat rumus lalu mengerjakan soal yang ada aku berusaha untuk menjadi apa yang dia inginkan mulai dari sekarang, karna aku sangat mencintainya dialah yang membuatku seperti ini, cukup aneh ya aku ingin belajar seperti ini, saat aku keasikan belajar aku melihat jam ternyata sudah malam akhirnya aku tertidur di atas meja belajar yang penuh coretan rumus yang aku pake untuk mengotret pelajaran matematika, lalu aku terbangun dari tidurku ternyata sudah jam setengah 4, lalu aku mandi entah mengapa sekarang aku lebih semangat untuk ke sekolah 
            “Tumben sekali kau bangun jam segini” celetuk papahku 
            Aku hanya tersenyum, jam 5 aku sudah siap lalu papahku mengantarkanku ke sekolah karna sekolahku sangat jauh dari rumah, aku di perjalanan aku membaca pelajaran yang akan di pelajari hari ini, papahku memandang heran mengapa tumben sekali aku belajar biasanya engga pernah sama sekali, aku diam aku belajar tanpa memikirkan papahku yang terus melihatku dengan wajah heran, lalu sampailah aku di sekolah aku duduk, lalu temanku bilang sekarang ulangan aku menghafal pelajaran yang akan di ulangankan pada hari ini, lalu guru ekonomi pun datang lalu bilang akan di adakan tes lisan lalu aku di tunjuk ke depan untuk di tanyakan beberapa soal 
            “Absen berapa kamu?” tanyanya sinis 
            “Absen 25, Tia Amelia Sari” 
            Lalu aku bisa menjawab semua pertanyaan setelah di tes, teman teman cukup heran melihat perubahan drastis itu akupun izin keluar, aku ingin melihat Jordan kaka kelas senior yang aku suka, aku berjalan ke ruang kesenian lalu menunggu hadirnya dia disini, tempat ruang kesenian memang jarang di pakai lalu munculah dia di hadapanku saat aku melamun 
            “Ada apa datang kemari?” tanyanya heran 
            “Aku ingin melihat kaka menyanyi kembali” senyumku 
            “Oke, siapa namamu?” tanyanya
            “Tia Amelia Sari, kalau kaka Jordan William kan?”
            “Iya, senang bisa kenal denganmu” 
            Lalu aku memintanya untuk menyanyikan lagu kemaren aku senang mendengar suaranya aku senang sekali, aku mamfaatkan waktukku bersamanya entah mengapa aku begitu menyukainya aku menyukainya sangat menyukainya
            “Take my hand, I’ll take the lead and every turn will be safe with me don’t be afraid, afraid to fall you know I’ll catch you threw it all..”             
            “katanya kaka akan mengikuti beasiswa yah ka? Kalau boleh tau kemana?”
            “Ke Paris, kaka akan berangkat sebentar lagi kayaknya bakal kangen Indonesia” 
            “Hahaha, kaka entar ninggalin sekolah ini dong?” 
            “Iya pastilah” 
            Aku ingin sekali mengatakan aku suka padanya entah mengapa hatiku berkata aku harus memendam perasaan ini, aku hanya diam lalu aku berlari ke kelas karna aku takut di cari guru takut disangka malah bolos, lalu aku duduk di bangku aku duduk bersama Anel, lagi lagi menanyakan Jordan cukup jengkel, aku hanya tersenyum sambil mencubit pipinya temanku Anel, lalu saat di jam istrirahat aku berjalan ke kantin saat berjalan aku melihat orang tua dari Jordan sedang diskusi dengan guru guru, memang tak terasa semakin hari dia akan pergi ke Paris, tempat sekolahnya entah dimana aku tidak tahu, saat ini aku binggung bagaimana cara mengatakan perasaanku padanya, lalu aku di kejutkan ketika ada selembaran di madding tentang story telling, jika kita mengikutinya terpilih menjadi juara pertama akan di lombakan ke sekolah lain setelah itu lomba internasional, inilah cara membuat dia memperhatikanku 
            “Tia, apa yang sedang kau lihat?” 
            “Ini, nel ada lomba story telling, aku sangat ingin mengikutinya”
            “Kamu yakin? Hanya demi Jordan kau berubah seperti ini” 
            “Iya karna ku sangat mencintainya”
            Lalu aku mengdaftar menjadi perserta lomba story telling di sekolah, memang aku ini tidak bodoh dalam bahasa inggris, dan rasa nekatku muncul secara mendadak ketika aku ingin mengikuti lomba tersebut tanpa memikirkan saingan yang sangat banyak yang penting dia melirikku, aku akan buktikan perubahanku dalam waktu singkat ini jam istrirahatpun selesai aku memasuki kelas, lalu pelajaran seni music pun di mulai saat itu ada yang mengetuk pintu kelasku lalu ada pengumuman kalau lomba story telling tanggal 20 Maret 2012 dan aku hanya bisa berlatih dalam waktu seminggu bukan waktu yang lama, saat pulang sekolah akupun melamun bagaimana cara buatnya yah? Aku tidak tahu namun jika aku kalah akan ku jadikan ini sebuah pengalaman yang taakan aku lupakan, aku berdiam di atas kasur kamarku lalu aku nyalakan computerku akupun menulis cerita itu 
“Long ago there lived a King and Queen who said every day, “If only we had a child!”  But for a long time they had none.One day, as the Queen was bathing in a spring and dreaming of a child, a frog crept out of the water and said to her, “Your wish shall be fulfilled.  Before a year has passed you shall bring a daughter into the world….”
Mengetik cerita akan ku tampilkan pada tanggal 20 maret 2012 akan segera selesai, akan ku perlihatkan kemampuanku dihadapannya, memang aku ingin menjukannya, karna dia mempunyai bakat yang jelas terpendam akan ku buktikan aku bisa membuatmu tertarik padaku akan ku buktikan aku bisa, tiba tiba suara mamah membuyarkan lamunanku 
“De, bisakah kamu membuka pintumu?” 
“Pintu tidak terkunci, silahkan masuk” 
“Sedang apa kamu? Dari tadi mamah panggil kamu tidak menjawab makanan malem sudah siap” sambil meninggalkanku pergi
“Sedang menulis tugas, aku akan segera menyusul”
Lalu aku menyusul dan aku berjalan aku melihat ternyata papah sudah pulang tepat waktu, biasanya papah berkerja lembur terkadang jarang sekali pulang tepat waktu makanya hari ini aku sangatlah keran ketika aku melihat papah sudah menggenakan baju bebas dan duduk menunggu masakan mamah
“Papah, tumben pulang lebih awal? Aku ingin bercerita kepadamu”
“Ingin bercerita tentang apa de?”
“Aku sedang mengikuti lomba story telling, aku ingin papah melihatku” 
“Kamu ini bicara apa? Kamu tidak mempunyai bakat seperti itu” 
“Jadi papah meremehkanku?” 
Lalu aku pergi meninggalkan meja makan tersebut karna sakit hati mendengar apa yang telah papah ucapkan aku tidak percaya bahwa diriku ini selalu di remehkan oleh banyak orang, akan ku buktikan bahwa aku tidak seperti apa yang mereka bilang aku bisa melampauinya aku bisa jangan kira aku tidak bisa melakukan hal ini aku bisa walau tanpa ada dukungan dari orang sekitar, papah bukannya mendukung malah membuatku semakin ragu untuk mengikutinya seharusnya papah mendukungku bukan meremehkanku seperti ini, akhirnya aku online facebook lalu aku chat dengan temanku siapa lagi kalau bukan Anel akhirnya aku menyapanya karna kebetulan temanku sedang online 
Tia Amelia Sari : Anel, aku ragu untuk mengikuti lomba ini 
Anelli Afiati : memang apa yang membuatmu ragu ti?
Tia Amelia Sari : Papahku meremehkanku, katanya aku tidak punya bakat di         bidang seperti ini semankinku ragu untuk mengikutinya 
Anelli Afiati : sudah biarkan saja, oh ya tadi aku melihat Jordan sedang duduk di tempat biasa kita nangkring loh ternyata dia suka duduk disana 
Tia Amelia Sari : Okelah, wah aku kira hanya kita yang suka nangkring di atas genteng sekolah ternyata dia juga toh 
Anelli Afiati : Iya aku tadi lihat dia berkunjung saat jam 3 sore dia duduk sendiri sambil bernyanyi, mendingan kamu dateng saja besok sekitar jam segitu siapa tau kamu bisa bertemunya 
Tia Amelia Sari : Oke terimakasih nel :D 
Anelli Afiati : Sama sama ti :D
                        Saat itu aku berniat untuk pergi kesana pada hari esok, sambil aku melanjutkan cerita buatanku untuk lomba aku memikirkan bagaimana cara menyapanya, aku harus memasang wajah semanis mungkin agar aku di perhatikan olehnya rasanya senang kalau memang dia memandang wajahku sambil aku tersenyum. Selesai sudah karanganku untuk di tampilkan pada beberapa hari ini, aku berharap aku bisa menghafalnya dengan baik. Pagi tiba aku segera siap pergi ke sekolah aku seperti biasa dianter papahku, aku sidah siap lebih awal saat di perjalanan aku binggung bagaimana raut wajahku ketika aku harus bertemu dengan dia, aku tidak mau terlihat manis taku di sagka entar sok manis, kalau cantik entah malah lebih parah di sangka sok cantik aku mau meperlihatkan aku apa adanya, smoga dia bisa menerima apa adanya aku untuk menjadi teman dekatnya hingga belajarpun aku memikirkan hal seperti ini mungkin memang aku sedang menyukai dia hinggaku seperti ini, dan inilah waktu pulang, kalau anak kelas 10 pulang lebih cepat sekitar jam 2 aku harus menunggu kaka kelas karna pulangnya lebih lama  lalu aku menghasut temanku “Nel, aku engga latihan hari ini ya, aku mau nunggu ka Jordan”  dan menjawabnya “Oke bisa aku atur” akhirnya aku pergi ke atas genteng sekolah menunggu dia, entah mengapa perasaanku begitu degdegan, sambil menunggu aku hafalkan teks yang telah aku buat tadi malam, saat ku di tengah menghafal 
            “Hey tia” aku mendengar suara yang sudah tidak asing untukku 
            “Hey ka Jordan, ngapain kaka dateng kesini?” 
            “Aku suka biasa nangkring disini, kalau kamu ngapain disini?”
            “Aku sama sepertimu ka, disinilah tempatku nangkring biasanya sih bersama temanku tapi dia sibuk ada kegiatan OSIS jadi aku sendirian” 
            “Oh, aku hanya sendiri kalau aku nangkring, bolehkah aku duduk di sebelahmu?”
            “Boleh silahkan ka, dengan senang hati” 
            “Aku tidak akan lama lagi bisa duduk disini, karna…”
            “Karna kaka akan pergi untuk melakukan beasiswa ke paris kan ka?” 
            “Iya, pasti aku sangat merindukan tempat ini, terutama…”
            “Terutama siapa?” 
            “Kamu ti..” 
            “Ah kaka bisa ajah hahaha..” 
            “Memang selalu bisa, hahaha..” 
            “Dasar kaka kepedean tingkat dewa angkasa, hahaha”
            “Aku pangeran angkasa bukan dewa, ketuaan..hahaha..”
            Aku tahu itu hanya candaanya mana mungkin dia merindukanku, orang aku bukan siapa siapanya aku hanya temannya bukanlah sahabatnya bukanlah pacarnya aku bukan orang special baginya bukan sama sekali, tapi dalam hati kecil terkadang aku suka mengharap aku akan menjadi orang special untuknya, walau bukan sekarang tapi aku percaya pasti semua itu ada waktunya, mungkin besok entah lusa entah kapan waktunya begitu banyak harapanku untuknya aku ingin menjadi temannya sekaligus sahabatnya itu sudah lebih dari cukup, aku engga banyak berharap dari ka Jordan..
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Two
“In the courtyard, the Prince saw the horses and dogs lying asleep.  On the roof sat the sleeping doves with their heads tucked under their wings.  When he went into the house, the flies were asleep on the walls and the servants asleep in the halls.  Near the throne lay the King and Queen, sleeping peacefully beside each other.  In the kitchen the cook, the kitchen boy and the kitchen maid all slept with their heads resting on the table.The Prince went on farther.  All was so still that he could hear his own breathing.  At last he reached the tower and opened the door into the little room where the Princess was asleep.  There she lay, looking so beautiful that he could not take his eyes off her.  He bent down and gave her a kiss.  As he touched her, Sleeping Beauty opened her eyes and smiled up at him.Throughout the castle, everyone and everything woke up and looked at each other with astonished eyes.  Within the month, the Prince and Sleeping Beauty were married and lived happily all their lives.” (cerita sleeping beauty di temukan pada sebuah blogspot)
Setelah baca itu terdengar tepuk tangan dari seluruh teman teman, yang pasti papahku bangga melihatku seperti ini, aku mendapatkan ucapan selamat oleh teman sekelas, papahku juga orang yang ku harapkan adalah kak Jordan tidak melihatku tampil saat ini padahal aku berharap dia akan melihatku tampil di acara ini, aku sangatlah kecewa atas tidak adanya dia 
“Hey ti, selamat kamu bisa tampil lomba salut sama kamu, tapi aku tidak melihat Jordan saat ini bearti dia tidak melihatmu tadi?”
“Iya, padahal ini aku lakuin buat Jordan ternyata dia tidak ada untuk melihat tampilanku hari ini, cukup kecewa hari ini” 
“Sudah sabar tapi kamu bisa buktiin ke papahmu kan kalau kamu bisa?” 
“Wah itu banget, hahaha..” 
Kecewa aku di hari itu, ketika itu aku mendengar ada suara pesan di handphoneku saat aku buka dari pacarku sudah lama aku tidak berhubungan dengannya aku sudah lost concant dengannya, saat aku membuka pesanya dia ngajak ketemuan entar malam dia akan membicarakan sesuatu kepadaku lalu aku menerima tawarannya, saat sedang asik aku kaget ketika pengumuman kejuaraan, akupun langsung memperhatikan ke arah pembawa acara tersebut akupun tegang aku di peluk oleh papahku dan berkata “semoga kamu beruntung di hari ini” di sebelahku ada mamahku yang sedang berdoa mengharapkan aku menang sambil mengelus elus rambutku, semoga aku menang dan dapat mengikuti lomba se internasional agar aku dapat membuktikan kepada kak Jordan bahwa aku begini karna dia juga, walau hanya kemungkinan dia mengetahui atau tidak mengentahui hal ini, aku hanya berharap dia mengetahui hal ini karna inilah yang bisa aku tunjukin untuknya 
“Mari semua kita dengarkan sang juara yang akan kita umumkan di hari ini” 
“WOOOOOOOOHUY!!!!” teriakan kepala sekolah
“Dan untuk anak juara pertama akan di lombakan kedua kalinya untuk berlomba di luar negeri, dan beruntunglah bagi yang juara pertama” 
“WOW” teriakan para murid  
“Untuk juara ketiga di menangkan oleh kelompok Venus, atas nama Reynaldi Pratama, silahkan perserta lomba untuk maju ke depan” 
“YE!!!! VENUS JUARA, DOMPRAK PRAK PRAK” 
“Lalu kita umunkan untuk juara kedua di menangkan oleh kelompok Pluto atas nama Laksmi Nurkusuma, bagi perserta lomba harap maju kedepan” 
“LE OLE OLE OLE PLUTO MENANG!” 
“Dan untuk juara pertama yang sangat beruntung akan bisa mengunjungi ke kota romantis yang penuh cinta di menangkan oleh kelompok Bumi atas nama Tia Amelia Sari, perserta harap maju ke depan” 
“LALALALA BU LALALA MI LALA BUMI” 
Dan aku tidak percaya di hari ini,  aku dapat menjuarai sebuah lomba aku menjuarai lomba yang aku kira tidak akan pernah di juarai, selain aku bisa menujukan bakatku akupun bisa membuat orang tuaku bahagia terutama yang sudah meremehkanku yaitu papahku aku bisa menunjukan hasil kerja kerasku selama ini, walau engga ada orang yang aku harapkan entah mengapa ini menjadi sebuah mimpi untuk orang sepertiku, piala pertama yang aku pegang dan tepatnya juara pertama aku harap aku bisa mengharumkan sekolah SMA Angkasa Jaya pada lombaku kedua kalinya, sesampainya di rumah papahku akan meneraktirku sebuah makanan dan menjadi pesta untuk kemenanganku lalu akupun pergi bersama orang tuaku aku di ajak ke tempat makan di Solaria, aku memesan makanan bersama orangtuaku dan akhirnya merayakan pesta kemenanganku bersama sama 
“Papah bangga sekali kepadamu de, sanggat bangga semoga di lomba selanjutnya kamu bisa membagakan papah dan juga mamah”
“Iya mamah senang sekali” 
“Oke tentu saja pasti akan aku usahain, hem.. kira kira sekarang kaka sedang apa yah di surga? Semoga saja kaka melihat kemenanganku saat ini” 
“Pasti kaka bangga denganmu disana” 
Lalu akupun tersenyum, dulu aku mempunyai kaka dia sudah meninggal aku da keluarga sudah lama di tinggal dia meninggal karena radiasi sebuah handphone yang bermerk blackberry saat dia pertama menggengam dia terlalu sibuk sama dunianya, akupun kurang dekat dengannya, dia bermana Tyas Amelia Sari orangnya cantik, seorang model, bahkan dia terkenal luas di sekolahku maupun di sekolah lain, dia pintar kelebihanya dia jago masak banyak lelaki yang mengaguminya, sungguh disitu aku merasa iri padanya dia bisa semuanya sedangkanku tidak, sangat sering dia membahagiakan orang tua coba aku hanya sekarang tapi aku haap dia tau bahwa sekarang aku bisa membahagiakan orang tua dan ak harap dia bangga padaku, aku sangat sayang padanya dialah kaka satu satunya yang aku punya yang meninggalkanku di usia yang sangatlah muda, selesai aku merayakan pesta kemenanganku akhirnya sampai di rumah orang tuaku tidur cepat di karnakan besok kerja subuh, akupun beranjak pergi ke kamar kakaku, kamarnya berwarna orange kasurnya Barbie dan aku melihat sesosok dirinya di sebuah foto ada dia bersamaku ketika foto box berdua ada saat bersama papah saat menjuarai sebuah olimpiade matematika sedang memegang sebuah piala ada saat bersama mamah saat foto studio berdua, akupun melihat ada bersama pacarnya kak Yoga, pacarnya sangat setia harus kehilangan pasangannya dalam waktu yang singkat akhirnya aku mulai melihat komik komik koleksinya kakaku bukan hanya komik bahkan make up, buku buku yang bermamfaat seperti menu masakan dan aku menemukan sebuah buku sekolahnya aku pun duduk sambil membuka bukunya ada sebuah kutipan “Pagi menjadi siang, siang menjadi sore, sore menjadi malam, dan semua itu memang ada prosesnya seperti hidup yang tak selamanya berjalan sempurna, terkadang hidup itu berjalan dengan buruk tetapi tidak selamanya buruk hidup itu mempunyai sisi baiknya, kehidupan inilah yang memberikan pelajaran agar kita lebih baik walau hanya bersififat sementara” kutipan yang membuatku sangat terkejut ternyata diam diam kakaku mempunyai sebuah kutipan memang benar apa kata kutipan tersebut aku kembali menyimpan bukunya kembali lalu aku segera pergi meninggalkan kamarnya, aku membuka pintu kamarku dan berjalan saat itu aku ingat bahwa aku ada janji dengan pacarku, akupun bergegas keluar diam diam aku telat 2jam, akhirnya aku sampai pada tempat tujuan sudah tidak ada lagi akhirnya aku menghubungi pacarku akhirnya dia kembali datang menemuiku 
“Maaf aku telat aku habis makan makan sama keluarga, maaf yah” 
“Iya gapapa, kamu mau makan apa?” 
“Aku sudah kenyang, cari tempat untuk ngobrol yuk!” 
“Sudah disini saja” 
“Ada apa ka? Tumben mau menemuiku biasanya kamu sibuk” 
“Aku kangen sama kamu, emang gak boleh?” 
“Dengan senang hati boleh, aku juga kangen kamusih sibuk terus”
“Maafin aku ya cantik aku sibuk maaf” 
“Dasar gombal saat kaya gini ajah muji biasanya ngehina”
“Sekali kali muji kamu pasti boleh kan?” 
“Iya boleh terserah kamu ajah, jadi intinya kamu ketemu cuman kangen?”
“Iya” 
Setelah itu akhirnya pamit pulang, akupun sampai di rumah dan bergegas ke kamar untuk tidur, rasanya hari ini cukup melelahkan dan senang walau terselip kekecewaan, akhirnya pagipun tiba aku sudah di tinggal oleh orang tuaku aku akhirnya berangkat naik angkot mana mungkin pacarku mau mengantarku, pasti minta anter dikit malah di marahin disangka aku nganggap dia ojek, males dengernya sesampainya aku di sekolah ada guru kimia bilang bahwa aku terpilih menjadi salah satu siswa lomba cerdas cermat antar kelas, syukurlah akhirnya aku bisa juga membanggakan orang tuaku, aku duduk di kelas 
“Mau permen gak?” 
“Mau dong, makasih yah ti! Ohya, si Jordan ngucapin selamat ga sama kamu?”
“Iya sama sama, hem tidak nel” 
“Sabar yah memang semua ada waktunya kok, Tenanglah” 
Sabar memang kata yang pantas buatku, akhirnya saat waktu pulang aku kembali nangkring di genteng sekolah, aku diam sendirian temanku Anel dia sibuk sekali banyak banget kegiatan OSIS yang harus dia jalani, makanya dari itulah Anel sangat jarang bisa bersantai disini bersamaku, saat itu ka Jordan menghampiriku, aku terdiam dengan wajah sinis melihatnya karna kecewa dengannya malah tidak hadir disaat aku membutuhkan kehadirannya, aku kan berharap…
“Selamat yah ti, kamu sudah menjuarai lomba story telling” 
“Ah…eh, iya makasih, kok ngucapin sekarang sudah basi tau” 
“Maaf kemaren aku tes buat beasiswa disana, maaf yah ti” 
“Eh engga apa apa, sini duduk” 
“Hem, beasiswa aku ternyata di inggris hehe salah simak, padahal aku ingin ke paris, ohya kamu juga entar lomba internasionalnya di inggris katanya ti”
“Yah gapapa, yang penting aku juara pertama” 
“Sama aku di doain yah, ohya rumah kamu dimana?” 
“Oke, di perwangian nomer 8, sering sering yah mampir kesana” 
“Rumah aku di komp bunga mawar nomer 45, oke deh” 
“Oh okay, tinggal 2 bulan lagi yah nangkring disini ka?” 
“Iya pastinya semakin hari semakin kangen dengan tempat ini” 
“Ka bisa ajarin aku kimia? Aku ada lomba cerdas cermat di sekolah”
“Oke, lombanya 2minggu lagi kan? Aku bisa ajarin kamu kok entar aku mampir ke rumahmu, aku usahain yah”
Percakapan singkat antara aku dengannya, akhirnya dia mengucapkan apa yang aku harapkan cukup senang hari ini semoga esok pun bisa lebih dari hari ini, aku suka padanya sudah suka pada pandangan pertama, mana mungkin bisa di lupakan begitu saja mana dia mau ngajarin aku aduh gimana aku gak seneng coba pasti seneng banget keberuntungan aku banget tapi memang tak terasa 2bulan lagi brati aku hanya 60 hari lagi sama dia, aku bakalan buktiin aku bakalan jadi yang terbaik untuknya, karna aku sangat mencintainya aku akan berusaha, lalu saat di kamar aku habiskan waktu dengan belajar dan di habiskan juga dengan les kesana kemari, perubahanku sudah mulai terjalankan. Aku memang melakukan seperti ini hanya untuk mendapatkan simpatinya, aku ingin dia memperhatikanku berharap aku bakalan menjadi tipe dia, terlihat memang dia pasti sangat menyukai perempuan yang sangat pintar, aku harap aku bisa menjadi apa yang dia inginkan makanya dari itu aku belajar dengan keras dan juga belajar dengan giat 
“Hem sebelum kita belajar aku ingin tau apa materi yang akan di pelajari?”
“Tentang larutan elektroit dan non elektroit belajar dari awal saja dulu” 
“Coba kamu sebutkan definisinya” 
“Larutan adalah campuran homogeny dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing masing zat penyusunnya tidak dapat di bedakan lagi secara fisik, bener ga?”
“Wih bener, pinter nih calon pacarnya Jordan”
“Hah? Ngomong apa ka? Hahaha” 
“Gak ada siaran ulang ya, derita kamu kalau gak ngedenger” 
“Dasar kaka nyebelin” 
Semakin hari semakin sering aku di ajarkan olehnya semakin dekat waktu aku untuk mengikuti lomba cerdas cermat antar kelas, akupun semakin tegang tinggal menghitung hari dari sini juga aku dekat dengannya, rasanya senang sekali aku bisa dekat dengannya walau mungkin hanya bisa di hitung beberapa minggu lagi dia akan mendapatkan beasiswa dan dia akan pergi jauh meninggalkanku, aku sangat menyukainya bahkan perasaan sayangku cuman di berikan terhadapnya, bukanlah pacarku. Saat itu orang tuaku mengenalnya kata orang tuaku dia sesosok lelaki yang baik yang bisa menjadi pacarku, mereka tidak tau bahwa aku sudah mempunyai pacar, lalu aku iseng membuka twitter sudah lama aku tidak membuka twitterku
Cie yang sedang dekat dengan sang pujaan *colek @tiamelias
Iya dongya=)) RT @putriptr3: Wah si tia suka sama yang kamu omongin RT @anelli_a: Cie yang sedang dekat dengan sang pujaan *colek @tiamelias
@putriptr3 @anelli_a kalian jangan frontal di sini entar kalau ada yang liat gimana entar masalah sut ah jangan pimasalaheun ah=))
Eh sutya jangan comel=)) RT @anelli_a: si ka….. RT @tiamelias: @putriptr3 @anelli_a kalian jangan frontal di sini entar kalau ada yang liat gimana
Heh kamu jangan ah-__- RT @anelli_a: comel ah=)) RT @tiamelia: Eh sutya jangan comel=)) RT @anelli_a: si ka….. RT @tiamelias: @putriptr3 @anelli
Okay exit dulu ya ~(^o^~)(~^o^)~RT @anelli_a: iya atuh bro=)) RT @tiamelias: Heh kamu jangan ah-__- RT @anelli_a: comel ah=)) RT @tiamelia:
Exit tweeps, gnite yah yang disana yang ngajarin aku =)))) *tutupmuka* 
 Saat ini aku di kejutkan saat aku di ajak main olehnya, akupun segera siap siap dia mengajakku nonton sebelum besok aku mengikuti cerdas cermat antar kelas, akupun bersiap siap soalnya entar di jemput pada jam 7 malem, akupun telah mendapatkan izin untuk pergi bersamanya entah mengapa hari ini aku senang walau 50 hari lagi dia akan berangkat ke luar sana, makanya kesempatan ini jangan sampai aku tunda, saat setelah aku bersiap siap aku melihat di jendela dia telah menemputku lalu aku cepat cepat turun tangga izin pamit sama mamah 
“Mamah aku pamit dulu yah, aku sudah cantik belum?”
“Kamu udah cantik udah jangan banyak gaya ah cuman nonton gini” 
“Hah? Dasar kaka nyebelin banget” 
“Biarin, izin mau pergi sama Tia yah tante, pamit dulu” 
“Iya hati hati, jangan terlalu malem pulangnya yah” 
“Sebelum pamit foto aku dong sama Tia tante” 
“Dasar anak muda zaman sekarang” 
“Ayo siap bergaya ti”
“1..2..3”
“PEACE!!”
Aku lihat dia memang terlihat baik dan orang tuaku begitu senang dekat dengannya, akhirnya aku di ajak nonton olehnya, saat di motor akupun diem dia wangi sekali aku sama sekali grogi sekali aku harus gimana ngomong apa, sesampainya di tempat tujuan akhirnya aku memutuskan untuk menonton filem “Agust Rush” disitu aku nonton filemnya cuku sedih jadi ada orang suka pada pandangan oertama akhirnya di pisahkan karna kurang setujunya papah cewenya, jadi mereka di pisahkan setelah itu anak mereka di temukan saat tampil di sebuah acara, gatau sih akhirnya gimana yang jelas ketemu memang ini cerita ngenggantung banget jadi kurang jelas gimana akhir dari cerita tersebut, setelah nonton aku menabrak cowo yang jelas itu pacarku lalu aku menarik ka Jordan untuk lari dan pacarku mengejarku, lalu saat itu balap pun terjadi dan akhirnya pacarku bisa menyusul ka Jordan dan memberhentikan ka Jordan 
“Kamu beraninya yah di belakang jalan sama cowo lain hah, Tia!!”
“Maafin aku, ka Rizal maafkan aku” 
“Heh kamu ngaca dong dia udah punya pacar dia udah punya aku!” 
“Maaf aku bakalan jauhin dia, maaf atas kesalahanku” 
“Ka Jordan, jangan pergi! Maafin aku!” 
“Sudah kamu ikut denganku!” 
Entah mengapa aku merasa salah terhadap ka Jordan maafkan aku ka, aku salah sebelumnya aku tidak memberi tahu kalau aku sudah ada yang punya tapi aku sukanya sama ka Jordan akhirnya aku dateng ke rumah dengan wajah sedih, aku merasa binggung besok aku harus gimana aku engga mau jauh dari ka Jordan, aku menyukainya mencintainya dari awal bertemu, aku menunggu walau semu tapi aku ingin ka Jordan, akhirnya cerdas cermat pun di mulai aku menunggu ka Jordan ternyata dia tidak muncul juga aku hanya bisa terdiam, setelah cerdas cermat akhirnya aku juara setelah itu aku kembali duduk di atas genteng, aku lihat ada sesosok ka Jordan dia menghampiriku lalu dia duduk di sebelahku 
“Kamu kenapa engga pernah bilang kalau kamu udah punya pacar?” 
“Maaf, aku tidak pernah bilang hal seperti itu sebelumnya maafkan aku ka”
“Aku sekarang menghindar yah, aku gak mau jadi pengganggu hubungan kalian” 
“Aku gamau kaka menghindar, ka lihat aku juara loh juara kedua, gak kasih selamat atuh ya, makasih udah mau ngajarin aku”
“Iya selamat, mulai sekarang aku menghindar, bye”
“KAKA!!” 
Setelah itu dia menjauh dari hidupku, aku nyapa tidak pernah dia jawab bahkan aku menjuarai banyak lomba dia engga memberiku selamat, aku sama dia benar benar menjauh aku binggung sekarang, percuma aku pacaran kalau di cuekin gak di kasih kabar bahkan akupun engga pernah dianggap ada olehnya dia sibuk dengan dunianya, bahkan dia gapernah anggap aku ada sekarang aku harus bagaimana, aku gabisa diem gini terus aku gabisa, aku binggung sama kondisiku sekarang aku binggung, akhirnya aku pergi melayat ke kuburan kakaku lalu aku bicara 
“Ka, sekarang mamah sibuk sama urusan bisnis bajunya, papah sibuk sama urusan kantornya soalnya papah mendapat jabatan lebih tinggi terus Anel sekarang sibuk sama OSIS dan juga pacarku ka Rizal, sibuk aku engga tau harus gimana kaka aku gabisa ngatasin ini sendiri aku butuh kaka, kaka ayolah bangkit ka…aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya, aku mencintai ka Jordan ka” 
Kataku sambil menangis, aku ngerasa engga punya siapa siapa lagi aku binggung aku harus gimana aku binggung, inilah perasaan yang engga bisa aku bohongi bahwa aku mencintai ka Jordan seutuhnya, karna ku tau perasaan tidak bisa di bohongi 
Sudah 10 hari aku tanpanya, sudah berapa hari tanpanya aku merasa sendiri aku tidak bisa menjalankan semua kegiatanku, waktu hanya sebentah lagi untuk bertemunya, semakin hari semakin sebentar semakin cepat menghitung hari, aku memang terlalu bodoh dengan sikapku, aku egois memang itulah aku 
“Ti, ke Gokana yuk! Laper nih” 
“Oke, tapi aku malas naik angkot, numpang naik motor sama kamu yah nel”
“Silahkan, yu sekarang pergi” 
Lalu selama perjalanan aku menceritakan tentang perasaanku terhadap Jordan, selama di perjalanan itu aku habiskan untuk menceritakan bagaimana perasaanku terhadap Jordan, orang yang dapat mengubahku menjadi arah yang lebih baik orang dapat mengubahku menjadi orang yang hebat, hanya karna cinta yang membuatku seperti ini hanya karna adanya dia aku pun menjadi lebih baik, aku cukup terimakasih padanya karna dialah aku seperti ini, pertemuan di saat aku di remedial pertemuan di atas atap genteng berawal dari dia menyanyi, berawal dari niat akhirnya aku bisa menjadi seperti ini
“Ti, coba perhatikan itu kan pacar kamu? Ngapain dia sama Mutia?”
“Turunkan aku disini!” 
“Ti, kita…”
“Hey ka, hey Mutia! Gak nyangka yah di belakang kalian berdua itu!” 
“Loh kata ka Rizal, katanya kamu udah putus sama dia”
“Bagus! Memang sudah, sekarang kita putus ka! Pergi jauh dari hidup aku!” 
“Tapi ti, maa…” 
“Aku benci kamu selamanya ka” 
Akhirnya aku pergi, awalnya aku curiga mengapa dia begitu sibuk mengapa dia begitu tak membutuhkanku lagi, ternyata dia pacaran sama temen lesku, sungguh terluka perasaanku saat ini aku memang bodoh terlalu percaya dengannya, dia membuatku terluka untuk saat ini sungguh terluka, entah mengapa aku begitu membencinya sangat membencinya untuk sekarang dan seterusnya 
Lalu di sekolah diadakan pentas seni, di butuhkan orang untuk menyanyi lalu entah mengapa Anel sangat membujukku untuk mengikuti pentas seni ini, akhirnya aku terima tawarannya, dan latihan pada jam sepulang sekolah dan pada akhirnya aku mengikuti latihan menyanyi ini dengan giat, entah mengapa aku sangat menyukai sebuah music sangat menyukai music, ini akan menjadi hal baru di kehidupanku sekarang memang ada kalanya aku menyukai sesuatu yang baru, saat yang lain pulang akupun duduk di ruang kesenian sendiri mengingat kejadian saat bertemu ka Jordan dia sedang menyanyikan lagu kebetulan aku juga hafal dengan lagu tersebut lalu aku mencoba menyanyikan lagu tersebut 
“And with every step together, we just keep on getting better, so can I have this dance can I have this dance, can I have this dance, can I have this dance…”
“Suara kamu bagus juga yah” 
            “Ah, ka Jordan? Bukanya kaka membenciku yah?” 
            “Tidak akan pernah untuk membencimu cantik” 
            “Tidak akan pernah?” 
            “Ya tentu saja tidak akan pernah” 
            “Kak..” 
            “Apa?”
            “Kaka tau gak? Bahwa kaka itu orang yang sangat special untukku” 
            “Kamu juga sangat special dan sangat berarti” 
            “Ayo lanjutkan nyanyinya, bukan malah ngomong gapenting ka”
            Lalu aku tersenyum bahagia, akhirnya aku dapat mengatakan sebagian hatiku walau belum semuanya aku katakan padanya, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintainya hanya itu dan berharap menjadi bagian terpenting untuk hidupnya
 
 
 
 
 
THREE
“You know all of things i’ve said, You know all of things that we have done, And things i’ve gave to you ,There’s a chance for me to say, How precious you are in my life, And you know that it’s true, To be with you is all that i need, Cause with you , My life seems brighter, And these are all the things i wanna say, I will fly into your arms, And be with you ‘til the end of time, Why are you so far away, You know it’s very hard for me, To get my self close to you” (Ten 2 Five – I will fly)
                Setelah aku menyanyi akhirnya aku pulang bersama Anel, mana mungkin aku pulang sendiri pada malam ini, lalu pada akhirnya aku senang hanya saja tidak ada kehadiran sesosok yang aku inginkan yang sedang mempersiapkan dirinya untuk pergi beasiswa ke negara Inggris karna waktunya sudah 2hari lagi siapa lagi kalau bukan Jordan, saat di perjalanan hujan besar pada akhirnya terjadi kecilakaan hebat menimpa aku dan Anel, tanpaknya aku belum juga sadar, setelah itu Anel sadar dia hanyalah pingsan, lalu saat esok hari Anel terdiam duduk di atas genteng sekolah menunggu sesosok Jordan, pada akhirnya sesosok orang di tunggunyapun hadir di hadapannya sambil heran 
            “Mana temanmu Tia? Tanpaknya matamu bengkak?” 
            “Di rumah sakit, di mengalami musibah dan sampai sekarang belum sadar” 
            “Aku ingin menjenguknya sekarang juga, kau ikut bersamaku”
            “Aku berangkat sendiri aku membawa kendaraanku sendiri” 
            Mereka pergi, lalu Anel menunjukan jalan dimana rumah sakitnya, lalu disitu ada mamahku dia menangis memeluk Anel, lalu tanpaknya ada hal aneh saat itulah Jordan menanyakan apa yang terjadi
            “Tante Nindy, dimana Om?” 
            “Dia pingsan, karna mendengar kabar Tia..”
            “Memangnya ada apa dengan tia? Beri tahu aku tante!!!”
            “Dia meninggal..” 
            “Dimana Tia tante? Aku ingin melihatnya” 
            “Di sana”
            Lalu Anel dan Jordan pun pergi menyusulnya, terlihat sesosok Tia yang telah di tutup oleh selimut perlahan lahan Jordan membuka selimutnya, melihat sesosok Tia yang sudah menutup mata hidungnya telah di tutupi oleh sebuah kapas, diam tak berdaya setelah itulah Anel dan Jordan menangis, lalu besok dia akan di makamkan, dia lalu Anel dan Jordan ikut pergi, Jordan seolah tidak percaya dengan kejadian ini dia hanya terdiam sambil mengeluarkan air matanya yang membasahi pipinya lalu memegang tangan mungil Tia sambil di peluknya, ketika itu Anel mengajaknya pergi keluar 
            “Aku ingin membicarakan sesuatu terhadapmu Jordan”
            “Apa?” 
            “Aku ingin menyampaikan bahwa Tia mencintaimu, dia telah mengubah dirinya menjadi apa yang kamu mau, dia dulu tidak terkenal lalu ketika dia memandangmu saat pertama dia suka padamu lalu kamu memang ingin perempuan yang pintar lalu dia mengubah dirinya menjadi apa yang kamu inginkan dia mengikuti beberapa lomba dengan semangatnya penuh dia mengikutinya, hanya demi kamu tapi…..” 
            “Aku juga mencintainya! Tapi apa? Beri tahu aku!!”
            “Tapi dia ingin kamu melihat perubahanya, dia berharap kamu melihatnya ketika dia mengikuti lomba lomba berharap juga kamu memberikan ucapan selamat, dia hanya ingin itu dia sangat senang denganmu” 
            “Aku juga menyukainya saat pertama dia duduk di ruang guru mengerjakan remedial dia tersenyum padaku, entah mengapa aku begitu tertarik padanya…” 
            “Maafkan aku, kalau saja aku tidak mengatarnya pulang mungkin tidak ada kejadian seperti ini, maafkan aku aku sangat….”
            “Sudah jangan menyalahkan diri sendiri, memang pada akhirnya seperti ini, ini takdir jangan salahkan dirimu sendiri, biarkan dia tenang disana yah” 
            “Hiks.. aku harap kamu membuka twitternya dia menulis tentang kamu disitu ini nama twitternya @tiamelias” 
            “Terima kasih”
            Malam tiba,  Jordan membuka twitternya Tia, dia melihat beberapa posting tweet yang berisi tentangnya memang selama ini dia menyukainya, tanpa mereka sadari mereka saling mencintai mereka tidak pernah sadar 
Andai dia tahu perasaanku bagaimana, aku ingin dia tahu bagaimana perasaan sukaku terhadapnya itu sudah lebih dari cukup :-“
Melewati kelasnya melihat dia mengunakan jaket item, tampak ganteng dimataku=))
Kaka kelas yang menyanyi di ruang kesenian mana nih kok tak kunjung datang? Lalala aku menunggumu ka, Hahaha:’(
H-10 keberangkatan dia ke Inggris, belum sempat aku mengatakan perasaanku padanya
Pagi menjadi siang, siang menjadi sore, sore menjadi malam, dan semua itu memang ada prosesnya seperti hidup yang tak selamanya berjalan sempurna, terkadang hidup itu berjalan dengan buruk tetapi tidak selamanya buruk hidup itu mempunyai sisi baiknya, kehidupan inilah yang memberikan pelajaran agar kita lebih baik walau hanya bersififat sementara
Lalu terbuka posting tweet terakhirnya
Thanks for everything ka Jordan..
Saat itulah Jordan sadar betapa menyesalnya dia tidak mengungkapkan perasaan yang ingin dia katakan, lalu dia menangis sambil memandang sebuah foto dengan sesosok Tia, dia menangis penuh dengan rasa menyesal, lalu saat itu semua teman dekatnya menangis termaksud Jordan, dia hanya terdiam selama perjalanan ke makam Tia, lalu tia di kuburkan di bacakan doa memang Jordan tidak menyangka dia akan pergi begitu cepat dan saat orang lain sudah pergi hanya Jordan sendiri 
“Tia, kaka engga percaya kamu bakalan ninggalin kaka sendirian, kaka sangat mencintaimu kaka suka dengan senyumanmu, kaka suka semuanya padahal kaka akan menyatakan perasaan kaka padamu sehari sebelum kaka berangkat, kaka sangat menyesal kaka telat menyatakan perasaan ini, aku akan menjawab ucapan kamu di twitter Urwel, and thanks for everything to Tia Amelia Sari. I love you forever”
Sudah dia mengatakan hal ini dia pergi meninggalkan makam Tia sambil mencium nisan yang bertuliskan namanya, setelah itu dia ikhlas dengan kepergiannya walau dia tidak akan mungkin melupakan kejadian bersamanya, dan dia sangat berterima kasih padanya karna dialah yang mengajarkan dirinya tentang cinta, lalu pihak sekolah memanggil Laksmi untuk menjadi pengganti Tia untuk tampil story telling
Dan.. setidaknya karna Jordanlah Tia mengubah dirinya menjadi baik, karna cintanya yang kuat mampu merubah segalanya, karna cinta dapat merubah segalanya yang buruk menjadi baik, itulah cinta sesungguhnya..

ONE

Pagi menjelang dimananya aku terbangun dari tempat tidur ku pandang jam yang terletak di dinding berwarna pink, aku lihat jarum jam tersebut ternyata menujukan angka dimananya seharusnya aku sudah berangkat di jam itu, tetapi betapa santainya aku ketika aku mengetahui hal tersebut sepertinya memang inilah sifat ku pemales, jadwal pun belum aku siapkan dari malam aku menyiapkannya sebelum berangkat sekolah, aku jarang sekali belajar, ya memang beginilah diriku sebenarnya. Suara kaki papah terdengar sekali di telingaku akupun beranjak bangkit dari tempat tidurku aku berlari, aku sangat takut jika papahku sudah memarahiku, bisa gawat.

            “De, ayo cepat mandi, nanti kamu terlambat ke sekolah”

            “Bentar lagi deh mah, aku males mandi jam segini”

            “Mau berangkat jam berapa kamu? Hah?” dengan nada marah mamahku menunjukan jam di depanku, aku berlari ke kamar mandi, entah mengapa aku sama sekali tidak ada semangat untuk sekolah sama sekali, aku sangat malas jika harus dateng tepat waktu mendingan telat sekalian, tapi pada akhirnya aku mandi siap siap aku berangkat ke sekolah lalu aku berangkat sendiri berjalan melewati jalan dekat selokan besar dengan wajah kusut, sungguh aku tidak ingin sekolah, aku duduk pada akhirnya di angkot tepatnya di tempat dekat supir angkot tersebut, aku pandang ke arah luar pintu terlihat ada cewek sama cowok lagi ngobrol mereka terlihat seperti pacaran entah mengapa aku iri melihatnya, kalau saja aku bisa seperti itu, khayalku. Di perjalanan cukup jauh dari rumah ke sekolah membuatku semakin males untuk berangkat ke sekolah memang ini penyakit kapan hilangnya, sepertinya tidak akan mungkin hilang, “Kiri paaaaaaak” kataku saat itu aku turunkan lalu membayar uang lalu aku menaiki angkot untuk kedua kalinya lagi lagi aku suntuk aku duduk di sebelah supir angkot aku mendengar berita

            “Selamat datang di 4009FM Radio, kami akan membacakan berita, berita pertama 1000 anak terancam tidak bisa sekolah karna gedung yang bertempat di Kalimantan Timur baru saja merobohkan gedung sekolah akibat guncangan angin topan dan juga merobohkan beberapa rumah warga, terpaksa warga harus cepat mengungsi sebelum terjadi bencana susulan, warga disana berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut…………”

            Disitu aku diam, ternyata orang disana lebih susah kadang buatku bersyukur itu sangatlah susah bagi seorang aku, diam aku dalam lamunan akhirnya aku tersadar hampir saja sekolahku terlewat untung saja aku turun lalu aku membayarnya pada akhirnya aku sekolah, lalu aku memasuki gerbang sekolah dengan wajah malas aku berjalan ke kelasku, akupun duduk terdiam dan aku membuka handphoneku, ternyata ada pesan singkat dari pacarku yang cukup membuatku kaget “Good morning darling” tumben sekali dia sms seperti itu, oh ya.. pacarku senior dia beda sekolah orangnya cuek, akupun menjawab “Good morning to” lalu aku simpan kembali handphoneku di tas, lalu aku siap memulai pelajaran guru datang memasuki kelas pelajaran matematika pun di mulai aku malas sekali mempelajari pelajaran ini, kalian tau? Aku sangat membenci rumus aku sangat membenci pelajaran ini apalagi gurunya yang membuatku jengkel, lalu aku memandang buku matematika rasanya ingin muntah ketika aku melihat rumusnya, berharap waktu pulang akan cepat selesai, dan lagi aku lupa membawa baju olah raga aku terpaksa menerima hukuman berdiri di lapangan yang super panas

            “Tia ngapain kamu disitu?”

            “Di hukum, gara gara tidak membawa baju olah raga”

            “Wow! Mandi keringat ya? Hahahaha” tawanya puas

            Sampai kapan aku di hukum disini aku capek, aku pun duduk karna lelah berdiri lalu ada guru menghampiriku, setelah pelajaran olah raga aku di remedial pelajaran bahasa sunda, apa apaan ini? Semakinku malas di sekolah lalu dua jam itu berakhir saatnya aku remedial bahasa sunda di ruang guru, aku duduk memandang tulisan aksara sunda, akupun terkejut ketika aku melihat seorang cowok duduk lalu dia katanya dapat beasiswa ke luar negeri, lalu dia di beri sambutan hangat oleh guru tersebut rasanya aku ingin seperti itu dan lagi aku malas memandang soal remedial tersebut aku mengalihkan kembali pandanganku pada lelaki tersebut namanya Jordan dia anak 12 IPA 5 sepertinya aku sangat hafal pada wajahnya, dia tampan hidungnya mancung bule, memakai kacamata, ketua OSIS ketika masa SMP nya, entah mengapa aku kagum padanya selain itu dia pintar segala hal dan memang dia pantas di banggakan oleh keluarganya, saat aku tersenyum dia memandangku aku mengalihkan pandanganku ke kertas remedial bahasa sunda, terpaksa aku asal mengisi jawabannya, di kumpulkan aku keluar kelas sambil tersenyum pada cowok yang aku kagumi dia memandangku, aku memasuki kelas memang penyakit malasku ini tidak bisa hilang sampai kapan aku begini? Aku tidak tahu sampai kapanya, bel istrirahatpun berbunyi inilah yang aku tunggu dan sebentar lagi ya sekitar dua jam lagi akan pulang

            “Hey coy, ngapain kamu disini? Diam melamun”

            “Hey Anel, aku lagi jatuh cinta sama kaka senior namanya Jordan”

            “Gila coy, kamu udah punya pacar! Mau di kemanain pacarmu? Ha?”

            “Aku gatau yang jelas aku jatuh cinta dan tertarik sama kaka senior tersebut entah mengapa aku senang memandangnya, dia tampan aku mengaguminya sungguh aku menyukainya dari pandangan pertama”

            “Mana mungkin dia kagum sama kamu, dia suka cewek yang pinter”

            “Cewek pinter?”

            “Iya ti..”

            Pinter? Cukup tahu yah, aku punya otak pas pasan gini mana mungkin pinter aku terdiam kembali bagaimana caranya aku harus pintar agar menarik simpati dia padaku, aku ingin di kagumi olehnya entah bagaimana caranya aku ingin di kagumi olehnya, inginku dalam hati. Bel pun berbunyi saatnya memasuki kelas lalu guru yang ngajar ternyata sakit aku keluar kelas akupun ke loteng atas di sekolahku sambil menanyakan pada diri sendiri “Kapan aku pintar?” hingga kini masih di pertanyakan olehku ternyata aku mendengar suara merdu di ruang kesenian, suara siapakah itu akupun segera berlari ke tempat tujuan, lalu setelah sampai aku melihat Jordan sendirian, aku membuka pintunya dengan penuh rasa canggung

            “Oh no mountains too high enough, oceans too wide, cause together or not, our dance won’t stop, let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for, you know I believe, that we were meant to be….”  

            “Suara kaka bagus juga yah” pendapatku lalu dia memandangku lalu aku minta melanjutkan kembali, diapun melanjutkan nyanyiannya, entah mengapa aku semakin kagum padanya entah mengapa aku enggan berhenti untuk mengaguminya, lalu akupun menghampirinya lalu aku menepuk pundaknya lalu tersenyum dan akupun pergi entah mengapa aku senang di hari ini, bel pulangpun berbunyi aku bergegas ke kelas untuk mengambil tasku, lalu aku eskul basket entah mengapa aku kepikiran Jordan Jordan dan Jordan entah otakku hanya disi dengan namanya, lalu aku ganti baju bersama temanku lalu aku bertanya pada temanku

            “Put, kamu kenal senior bernama Jordan?”

            “Hem, aku engga mengenalnya tapi aku hanya tau dia mendapatkan beasiswa kan?”

            “Iya, dia akan pergi kesana kapan put?”

            “katanya pas kita kenaikan kelas, kayaknya 3 bulan lagi, kenapa? Kamu suka?”

            “Engga ada temanku suka padanya” jawabku bohong

            Gila, ternyata 3 bulan lagi dia akan meninggalkan Indonesia, aku bagaimana mengatakan perasaan sukaku padanya bagaimana caranya tanyaku dalam hati, aku suka pada pandangan pertama, saat bermain basket aku melamun entah mengapa namanya muncul kembali terhadapku, entah mengapa namanya muncul terus menerus aku ini kenapa? Aku gakan bisa menjadi pacarnya, jadi temannya saja susah apalagi pacarnya. Aku kembali melanjutkan bermain basket mencoba sejenak lupakan nama Jordan di pikiranku, lalu saat jam istrirahat aku membuka kembali handphoneku di dalam tas sambil meneguk air minum ku lihat pacarku mengirim pesan “Maaf sayang, aku engga bisa smsan untuk hari ini soalnya aku sibuk” pesan singkatnya membuatku malas membalasnya, lalu aku simpan kembali handphoneku di dalam tas, punya pacar sibuk males banget. Akhirnya aku izin pulang entah mengapa aku males latihan basket, akhirnya aku pulang bersama temanku menaiki sepeda motor, sesampainya di rumah aku langsung mengampiri mamahku

            “mamah…”

            “Ya ? kenapa?” jawabnya singkat

            “Aku ingin les bimbel, aku ingin les pokonya gak mau tau!”

            “Hah? Engga salah tuh kamu ngomong?”

            “Engga aku ingin les! Mulai hari ini aku mohon mah”

            Lalu mamahku menganggukan kepala sambil mengusap ngusap rambutku, aku ingin menjadi apa yang di inginkan Jordan lalu aku berlari ke kamar segera aku membuka computerku, aku ingin membuka situs twitter aku ingin mengtweet sesuatu yang pasti ingin menulis perasaanku pada kaka kelas senior yang aku suka

Akan aku buktikan aku akan bisa menjadi seperti yang kamu mau, akan aku buktikan aku bisa menjadi yang baik aku akan berusaha!

Tentu saja aku bisa RT @anelli_a: Memangnya bisa? RT @tiamelias: Akan aku buktikan aku akan bisa menjadi seperti yang kamu mau, akan aku

Jangan kira aku gbsa yah aku bisa >:)) RT @anelli_a: coba cik buktikan=)) RT @tiamelias: Tentu saja aku bisa RT @anelli_a: Memangnya bisa?

Okay!=))) RT @anelli_a: coba buktikan=)) RT @tiamelias: Jangan kira aku gbsa yah aku bisa >:)) RT @anelli_a: coba cik buktikan=))

          Dan akupun exit dari twitter aku ingin belajar, untuk membuktikan aku bisa untuk menarik perhatian kaka kelas senior yang bernama Jordan, sungguh aku sangat menyukainya sangat menyukainya entah mengapa aku telah di butakan olehnya, sehingga aku ingin belajar seperti ini aku membuka pelajaran matematika aku perlahan lahan melihat rumus lalu mengerjakan soal yang ada aku berusaha untuk menjadi apa yang dia inginkan mulai dari sekarang, karna aku sangat mencintainya dialah yang membuatku seperti ini, cukup aneh ya aku ingin belajar seperti ini, saat aku keasikan belajar aku melihat jam ternyata sudah malam akhirnya aku tertidur di atas meja belajar yang penuh coretan rumus yang aku pake untuk mengotret pelajaran matematika, lalu aku terbangun dari tidurku ternyata sudah jam setengah 4, lalu aku mandi entah mengapa sekarang aku lebih semangat untuk ke sekolah

            “Tumben sekali kau bangun jam segini” celetuk papahku

            Aku hanya tersenyum, jam 5 aku sudah siap lalu papahku mengantarkanku ke sekolah karna sekolahku sangat jauh dari rumah, aku di perjalanan aku membaca pelajaran yang akan di pelajari hari ini, papahku memandang heran mengapa tumben sekali aku belajar biasanya engga pernah sama sekali, aku diam aku belajar tanpa memikirkan papahku yang terus melihatku dengan wajah heran, lalu sampailah aku di sekolah aku duduk, lalu temanku bilang sekarang ulangan aku menghafal pelajaran yang akan di ulangankan pada hari ini, lalu guru ekonomi pun datang lalu bilang akan di adakan tes lisan lalu aku di tunjuk ke depan untuk di tanyakan beberapa soal

            “Absen berapa kamu?” tanyanya sinis

            “Absen 25, Tia Amelia Sari”

            Lalu aku bisa menjawab semua pertanyaan setelah di tes, teman teman cukup heran melihat perubahan drastis itu akupun izin keluar, aku ingin melihat Jordan kaka kelas senior yang aku suka, aku berjalan ke ruang kesenian lalu menunggu hadirnya dia disini, tempat ruang kesenian memang jarang di pakai lalu munculah dia di hadapanku saat aku melamun

            “Ada apa datang kemari?” tanyanya heran

            “Aku ingin melihat kaka menyanyi kembali” senyumku

            “Oke, siapa namamu?” tanyanya

            “Tia Amelia Sari, kalau kaka Jordan William kan?”

            “Iya, senang bisa kenal denganmu”

            Lalu aku memintanya untuk menyanyikan lagu kemaren aku senang mendengar suaranya aku senang sekali, aku mamfaatkan waktukku bersamanya entah mengapa aku begitu menyukainya aku menyukainya sangat menyukainya

            “Take my hand, I’ll take the lead and every turn will be safe with me don’t be afraid, afraid to fall you know I’ll catch you threw it all..”            

            “katanya kaka akan mengikuti beasiswa yah ka? Kalau boleh tau kemana?”

            “Ke Paris, kaka akan berangkat sebentar lagi kayaknya bakal kangen Indonesia”

            “Hahaha, kaka entar ninggalin sekolah ini dong?”

            “Iya pastilah”

            Aku ingin sekali mengatakan aku suka padanya entah mengapa hatiku berkata aku harus memendam perasaan ini, aku hanya diam lalu aku berlari ke kelas karna aku takut di cari guru takut disangka malah bolos, lalu aku duduk di bangku aku duduk bersama Anel, lagi lagi menanyakan Jordan cukup jengkel, aku hanya tersenyum sambil mencubit pipinya temanku Anel, lalu saat di jam istrirahat aku berjalan ke kantin saat berjalan aku melihat orang tua dari Jordan sedang diskusi dengan guru guru, memang tak terasa semakin hari dia akan pergi ke Paris, tempat sekolahnya entah dimana aku tidak tahu, saat ini aku binggung bagaimana cara mengatakan perasaanku padanya, lalu aku di kejutkan ketika ada selembaran di madding tentang story telling, jika kita mengikutinya terpilih menjadi juara pertama akan di lombakan ke sekolah lain setelah itu lomba internasional, inilah cara membuat dia memperhatikanku

            “Tia, apa yang sedang kau lihat?”

            “Ini, nel ada lomba story telling, aku sangat ingin mengikutinya”

            “Kamu yakin? Hanya demi Jordan kau berubah seperti ini”

            “Iya karna ku sangat mencintainya”

            Lalu aku mengdaftar menjadi perserta lomba story telling di sekolah, memang aku ini tidak bodoh dalam bahasa inggris, dan rasa nekatku muncul secara mendadak ketika aku ingin mengikuti lomba tersebut tanpa memikirkan saingan yang sangat banyak yang penting dia melirikku, aku akan buktikan perubahanku dalam waktu singkat ini jam istrirahatpun selesai aku memasuki kelas, lalu pelajaran seni music pun di mulai saat itu ada yang mengetuk pintu kelasku lalu ada pengumuman kalau lomba story telling tanggal 20 Maret 2012 dan aku hanya bisa berlatih dalam waktu seminggu bukan waktu yang lama, saat pulang sekolah akupun melamun bagaimana cara buatnya yah? Aku tidak tahu namun jika aku kalah akan ku jadikan ini sebuah pengalaman yang taakan aku lupakan, aku berdiam di atas kasur kamarku lalu aku nyalakan computerku akupun menulis cerita itu

Long ago there lived a King and Queen who said every day, “If only we had a child!”  But for a long time they had none.One day, as the Queen was bathing in a spring and dreaming of a child, a frog crept out of the water and said to her, “Your wish shall be fulfilled.  Before a year has passed you shall bring a daughter into the world….”

Mengetik cerita akan ku tampilkan pada tanggal 20 maret 2012 akan segera selesai, akan ku perlihatkan kemampuanku dihadapannya, memang aku ingin menjukannya, karna dia mempunyai bakat yang jelas terpendam akan ku buktikan aku bisa membuatmu tertarik padaku akan ku buktikan aku bisa, tiba tiba suara mamah membuyarkan lamunanku

“De, bisakah kamu membuka pintumu?”

“Pintu tidak terkunci, silahkan masuk”

“Sedang apa kamu? Dari tadi mamah panggil kamu tidak menjawab makanan malem sudah siap” sambil meninggalkanku pergi

“Sedang menulis tugas, aku akan segera menyusul”

Lalu aku menyusul dan aku berjalan aku melihat ternyata papah sudah pulang tepat waktu, biasanya papah berkerja lembur terkadang jarang sekali pulang tepat waktu makanya hari ini aku sangatlah keran ketika aku melihat papah sudah menggenakan baju bebas dan duduk menunggu masakan mamah

“Papah, tumben pulang lebih awal? Aku ingin bercerita kepadamu”

“Ingin bercerita tentang apa de?”

“Aku sedang mengikuti lomba story telling, aku ingin papah melihatku”

“Kamu ini bicara apa? Kamu tidak mempunyai bakat seperti itu”

“Jadi papah meremehkanku?”

Lalu aku pergi meninggalkan meja makan tersebut karna sakit hati mendengar apa yang telah papah ucapkan aku tidak percaya bahwa diriku ini selalu di remehkan oleh banyak orang, akan ku buktikan bahwa aku tidak seperti apa yang mereka bilang aku bisa melampauinya aku bisa jangan kira aku tidak bisa melakukan hal ini aku bisa walau tanpa ada dukungan dari orang sekitar, papah bukannya mendukung malah membuatku semakin ragu untuk mengikutinya seharusnya papah mendukungku bukan meremehkanku seperti ini, akhirnya aku online facebook lalu aku chat dengan temanku siapa lagi kalau bukan Anel akhirnya aku menyapanya karna kebetulan temanku sedang online

Tia Amelia Sari : Anel, aku ragu untuk mengikuti lomba ini

Anelli Afiati : memang apa yang membuatmu ragu ti?

Tia Amelia Sari : Papahku meremehkanku, katanya aku tidak punya bakat di         bidang seperti ini semankinku ragu untuk mengikutinya

Anelli Afiati : sudah biarkan saja, oh ya tadi aku melihat Jordan sedang duduk di tempat biasa kita nangkring loh ternyata dia suka duduk disana

Tia Amelia Sari : Okelah, wah aku kira hanya kita yang suka nangkring di atas genteng sekolah ternyata dia juga toh

Anelli Afiati : Iya aku tadi lihat dia berkunjung saat jam 3 sore dia duduk sendiri sambil bernyanyi, mendingan kamu dateng saja besok sekitar jam segitu siapa tau kamu bisa bertemunya

Tia Amelia Sari : Oke terimakasih nel :D

Anelli Afiati : Sama sama ti :D

                        Saat itu aku berniat untuk pergi kesana pada hari esok, sambil aku melanjutkan cerita buatanku untuk lomba aku memikirkan bagaimana cara menyapanya, aku harus memasang wajah semanis mungkin agar aku di perhatikan olehnya rasanya senang kalau memang dia memandang wajahku sambil aku tersenyum. Selesai sudah karanganku untuk di tampilkan pada beberapa hari ini, aku berharap aku bisa menghafalnya dengan baik. Pagi tiba aku segera siap pergi ke sekolah aku seperti biasa dianter papahku, aku sidah siap lebih awal saat di perjalanan aku binggung bagaimana raut wajahku ketika aku harus bertemu dengan dia, aku tidak mau terlihat manis taku di sagka entar sok manis, kalau cantik entah malah lebih parah di sangka sok cantik aku mau meperlihatkan aku apa adanya, smoga dia bisa menerima apa adanya aku untuk menjadi teman dekatnya hingga belajarpun aku memikirkan hal seperti ini mungkin memang aku sedang menyukai dia hinggaku seperti ini, dan inilah waktu pulang, kalau anak kelas 10 pulang lebih cepat sekitar jam 2 aku harus menunggu kaka kelas karna pulangnya lebih lama  lalu aku menghasut temanku “Nel, aku engga latihan hari ini ya, aku mau nunggu ka Jordan”  dan menjawabnya “Oke bisa aku atur” akhirnya aku pergi ke atas genteng sekolah menunggu dia, entah mengapa perasaanku begitu degdegan, sambil menunggu aku hafalkan teks yang telah aku buat tadi malam, saat ku di tengah menghafal

            “Hey tia” aku mendengar suara yang sudah tidak asing untukku

            “Hey ka Jordan, ngapain kaka dateng kesini?”

            “Aku suka biasa nangkring disini, kalau kamu ngapain disini?”

            “Aku sama sepertimu ka, disinilah tempatku nangkring biasanya sih bersama temanku tapi dia sibuk ada kegiatan OSIS jadi aku sendirian”

            “Oh, aku hanya sendiri kalau aku nangkring, bolehkah aku duduk di sebelahmu?”

            “Boleh silahkan ka, dengan senang hati”

            “Aku tidak akan lama lagi bisa duduk disini, karna…”

            “Karna kaka akan pergi untuk melakukan beasiswa ke paris kan ka?”

            “Iya, pasti aku sangat merindukan tempat ini, terutama…”

            “Terutama siapa?”

            “Kamu ti..”

            “Ah kaka bisa ajah hahaha..”

            “Memang selalu bisa, hahaha..”

            “Dasar kaka kepedean tingkat dewa angkasa, hahaha”

            “Aku pangeran angkasa bukan dewa, ketuaan..hahaha..”

            Aku tahu itu hanya candaanya mana mungkin dia merindukanku, orang aku bukan siapa siapanya aku hanya temannya bukanlah sahabatnya bukanlah pacarnya aku bukan orang special baginya bukan sama sekali, tapi dalam hati kecil terkadang aku suka mengharap aku akan menjadi orang special untuknya, walau bukan sekarang tapi aku percaya pasti semua itu ada waktunya, mungkin besok entah lusa entah kapan waktunya begitu banyak harapanku untuknya aku ingin menjadi temannya sekaligus sahabatnya itu sudah lebih dari cukup, aku engga banyak berharap dari ka Jordan..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Two

In the courtyard, the Prince saw the horses and dogs lying asleep.  On the roof sat the sleeping doves with their heads tucked under their wings.  When he went into the house, the flies were asleep on the walls and the servants asleep in the halls.  Near the throne lay the King and Queen, sleeping peacefully beside each other.  In the kitchen the cook, the kitchen boy and the kitchen maid all slept with their heads resting on the table.The Prince went on farther.  All was so still that he could hear his own breathing.  At last he reached the tower and opened the door into the little room where the Princess was asleep.  There she lay, looking so beautiful that he could not take his eyes off her.  He bent down and gave her a kiss.  As he touched her, Sleeping Beauty opened her eyes and smiled up at him.Throughout the castle, everyone and everything woke up and looked at each other with astonished eyes.  Within the month, the Prince and Sleeping Beauty were married and lived happily all their lives.” (cerita sleeping beauty di temukan pada sebuah blogspot)

Setelah baca itu terdengar tepuk tangan dari seluruh teman teman, yang pasti papahku bangga melihatku seperti ini, aku mendapatkan ucapan selamat oleh teman sekelas, papahku juga orang yang ku harapkan adalah kak Jordan tidak melihatku tampil saat ini padahal aku berharap dia akan melihatku tampil di acara ini, aku sangatlah kecewa atas tidak adanya dia

“Hey ti, selamat kamu bisa tampil lomba salut sama kamu, tapi aku tidak melihat Jordan saat ini bearti dia tidak melihatmu tadi?”

“Iya, padahal ini aku lakuin buat Jordan ternyata dia tidak ada untuk melihat tampilanku hari ini, cukup kecewa hari ini”

“Sudah sabar tapi kamu bisa buktiin ke papahmu kan kalau kamu bisa?”

“Wah itu banget, hahaha..”

Kecewa aku di hari itu, ketika itu aku mendengar ada suara pesan di handphoneku saat aku buka dari pacarku sudah lama aku tidak berhubungan dengannya aku sudah lost concant dengannya, saat aku membuka pesanya dia ngajak ketemuan entar malam dia akan membicarakan sesuatu kepadaku lalu aku menerima tawarannya, saat sedang asik aku kaget ketika pengumuman kejuaraan, akupun langsung memperhatikan ke arah pembawa acara tersebut akupun tegang aku di peluk oleh papahku dan berkata “semoga kamu beruntung di hari ini” di sebelahku ada mamahku yang sedang berdoa mengharapkan aku menang sambil mengelus elus rambutku, semoga aku menang dan dapat mengikuti lomba se internasional agar aku dapat membuktikan kepada kak Jordan bahwa aku begini karna dia juga, walau hanya kemungkinan dia mengetahui atau tidak mengentahui hal ini, aku hanya berharap dia mengetahui hal ini karna inilah yang bisa aku tunjukin untuknya

“Mari semua kita dengarkan sang juara yang akan kita umumkan di hari ini”

“WOOOOOOOOHUY!!!!” teriakan kepala sekolah

“Dan untuk anak juara pertama akan di lombakan kedua kalinya untuk berlomba di luar negeri, dan beruntunglah bagi yang juara pertama”

“WOW” teriakan para murid  

“Untuk juara ketiga di menangkan oleh kelompok Venus, atas nama Reynaldi Pratama, silahkan perserta lomba untuk maju ke depan”

“YE!!!! VENUS JUARA, DOMPRAK PRAK PRAK”

“Lalu kita umunkan untuk juara kedua di menangkan oleh kelompok Pluto atas nama Laksmi Nurkusuma, bagi perserta lomba harap maju kedepan”

“LE OLE OLE OLE PLUTO MENANG!”

“Dan untuk juara pertama yang sangat beruntung akan bisa mengunjungi ke kota romantis yang penuh cinta di menangkan oleh kelompok Bumi atas nama Tia Amelia Sari, perserta harap maju ke depan”

“LALALALA BU LALALA MI LALA BUMI”

Dan aku tidak percaya di hari ini,  aku dapat menjuarai sebuah lomba aku menjuarai lomba yang aku kira tidak akan pernah di juarai, selain aku bisa menujukan bakatku akupun bisa membuat orang tuaku bahagia terutama yang sudah meremehkanku yaitu papahku aku bisa menunjukan hasil kerja kerasku selama ini, walau engga ada orang yang aku harapkan entah mengapa ini menjadi sebuah mimpi untuk orang sepertiku, piala pertama yang aku pegang dan tepatnya juara pertama aku harap aku bisa mengharumkan sekolah SMA Angkasa Jaya pada lombaku kedua kalinya, sesampainya di rumah papahku akan meneraktirku sebuah makanan dan menjadi pesta untuk kemenanganku lalu akupun pergi bersama orang tuaku aku di ajak ke tempat makan di Solaria, aku memesan makanan bersama orangtuaku dan akhirnya merayakan pesta kemenanganku bersama sama

“Papah bangga sekali kepadamu de, sanggat bangga semoga di lomba selanjutnya kamu bisa membagakan papah dan juga mamah”

“Iya mamah senang sekali”

“Oke tentu saja pasti akan aku usahain, hem.. kira kira sekarang kaka sedang apa yah di surga? Semoga saja kaka melihat kemenanganku saat ini”

“Pasti kaka bangga denganmu disana”

Lalu akupun tersenyum, dulu aku mempunyai kaka dia sudah meninggal aku da keluarga sudah lama di tinggal dia meninggal karena radiasi sebuah handphone yang bermerk blackberry saat dia pertama menggengam dia terlalu sibuk sama dunianya, akupun kurang dekat dengannya, dia bermana Tyas Amelia Sari orangnya cantik, seorang model, bahkan dia terkenal luas di sekolahku maupun di sekolah lain, dia pintar kelebihanya dia jago masak banyak lelaki yang mengaguminya, sungguh disitu aku merasa iri padanya dia bisa semuanya sedangkanku tidak, sangat sering dia membahagiakan orang tua coba aku hanya sekarang tapi aku haap dia tau bahwa sekarang aku bisa membahagiakan orang tua dan ak harap dia bangga padaku, aku sangat sayang padanya dialah kaka satu satunya yang aku punya yang meninggalkanku di usia yang sangatlah muda, selesai aku merayakan pesta kemenanganku akhirnya sampai di rumah orang tuaku tidur cepat di karnakan besok kerja subuh, akupun beranjak pergi ke kamar kakaku, kamarnya berwarna orange kasurnya Barbie dan aku melihat sesosok dirinya di sebuah foto ada dia bersamaku ketika foto box berdua ada saat bersama papah saat menjuarai sebuah olimpiade matematika sedang memegang sebuah piala ada saat bersama mamah saat foto studio berdua, akupun melihat ada bersama pacarnya kak Yoga, pacarnya sangat setia harus kehilangan pasangannya dalam waktu yang singkat akhirnya aku mulai melihat komik komik koleksinya kakaku bukan hanya komik bahkan make up, buku buku yang bermamfaat seperti menu masakan dan aku menemukan sebuah buku sekolahnya aku pun duduk sambil membuka bukunya ada sebuah kutipan “Pagi menjadi siang, siang menjadi sore, sore menjadi malam, dan semua itu memang ada prosesnya seperti hidup yang tak selamanya berjalan sempurna, terkadang hidup itu berjalan dengan buruk tetapi tidak selamanya buruk hidup itu mempunyai sisi baiknya, kehidupan inilah yang memberikan pelajaran agar kita lebih baik walau hanya bersififat sementara” kutipan yang membuatku sangat terkejut ternyata diam diam kakaku mempunyai sebuah kutipan memang benar apa kata kutipan tersebut aku kembali menyimpan bukunya kembali lalu aku segera pergi meninggalkan kamarnya, aku membuka pintu kamarku dan berjalan saat itu aku ingat bahwa aku ada janji dengan pacarku, akupun bergegas keluar diam diam aku telat 2jam, akhirnya aku sampai pada tempat tujuan sudah tidak ada lagi akhirnya aku menghubungi pacarku akhirnya dia kembali datang menemuiku

“Maaf aku telat aku habis makan makan sama keluarga, maaf yah”

“Iya gapapa, kamu mau makan apa?”

“Aku sudah kenyang, cari tempat untuk ngobrol yuk!”

“Sudah disini saja”

“Ada apa ka? Tumben mau menemuiku biasanya kamu sibuk”

“Aku kangen sama kamu, emang gak boleh?”

“Dengan senang hati boleh, aku juga kangen kamusih sibuk terus”

“Maafin aku ya cantik aku sibuk maaf”

“Dasar gombal saat kaya gini ajah muji biasanya ngehina”

“Sekali kali muji kamu pasti boleh kan?”

“Iya boleh terserah kamu ajah, jadi intinya kamu ketemu cuman kangen?”

“Iya”

Setelah itu akhirnya pamit pulang, akupun sampai di rumah dan bergegas ke kamar untuk tidur, rasanya hari ini cukup melelahkan dan senang walau terselip kekecewaan, akhirnya pagipun tiba aku sudah di tinggal oleh orang tuaku aku akhirnya berangkat naik angkot mana mungkin pacarku mau mengantarku, pasti minta anter dikit malah di marahin disangka aku nganggap dia ojek, males dengernya sesampainya aku di sekolah ada guru kimia bilang bahwa aku terpilih menjadi salah satu siswa lomba cerdas cermat antar kelas, syukurlah akhirnya aku bisa juga membanggakan orang tuaku, aku duduk di kelas

“Mau permen gak?”

“Mau dong, makasih yah ti! Ohya, si Jordan ngucapin selamat ga sama kamu?”

“Iya sama sama, hem tidak nel”

“Sabar yah memang semua ada waktunya kok, Tenanglah”

Sabar memang kata yang pantas buatku, akhirnya saat waktu pulang aku kembali nangkring di genteng sekolah, aku diam sendirian temanku Anel dia sibuk sekali banyak banget kegiatan OSIS yang harus dia jalani, makanya dari itulah Anel sangat jarang bisa bersantai disini bersamaku, saat itu ka Jordan menghampiriku, aku terdiam dengan wajah sinis melihatnya karna kecewa dengannya malah tidak hadir disaat aku membutuhkan kehadirannya, aku kan berharap…

“Selamat yah ti, kamu sudah menjuarai lomba story telling”

“Ah…eh, iya makasih, kok ngucapin sekarang sudah basi tau”

“Maaf kemaren aku tes buat beasiswa disana, maaf yah ti”

“Eh engga apa apa, sini duduk”

“Hem, beasiswa aku ternyata di inggris hehe salah simak, padahal aku ingin ke paris, ohya kamu juga entar lomba internasionalnya di inggris katanya ti”

“Yah gapapa, yang penting aku juara pertama”

“Sama aku di doain yah, ohya rumah kamu dimana?”

“Oke, di perwangian nomer 8, sering sering yah mampir kesana”

“Rumah aku di komp bunga mawar nomer 45, oke deh”

“Oh okay, tinggal 2 bulan lagi yah nangkring disini ka?”

“Iya pastinya semakin hari semakin kangen dengan tempat ini”

“Ka bisa ajarin aku kimia? Aku ada lomba cerdas cermat di sekolah”

“Oke, lombanya 2minggu lagi kan? Aku bisa ajarin kamu kok entar aku mampir ke rumahmu, aku usahain yah”

Percakapan singkat antara aku dengannya, akhirnya dia mengucapkan apa yang aku harapkan cukup senang hari ini semoga esok pun bisa lebih dari hari ini, aku suka padanya sudah suka pada pandangan pertama, mana mungkin bisa di lupakan begitu saja mana dia mau ngajarin aku aduh gimana aku gak seneng coba pasti seneng banget keberuntungan aku banget tapi memang tak terasa 2bulan lagi brati aku hanya 60 hari lagi sama dia, aku bakalan buktiin aku bakalan jadi yang terbaik untuknya, karna aku sangat mencintainya aku akan berusaha, lalu saat di kamar aku habiskan waktu dengan belajar dan di habiskan juga dengan les kesana kemari, perubahanku sudah mulai terjalankan. Aku memang melakukan seperti ini hanya untuk mendapatkan simpatinya, aku ingin dia memperhatikanku berharap aku bakalan menjadi tipe dia, terlihat memang dia pasti sangat menyukai perempuan yang sangat pintar, aku harap aku bisa menjadi apa yang dia inginkan makanya dari itu aku belajar dengan keras dan juga belajar dengan giat

“Hem sebelum kita belajar aku ingin tau apa materi yang akan di pelajari?”

“Tentang larutan elektroit dan non elektroit belajar dari awal saja dulu”

“Coba kamu sebutkan definisinya”

“Larutan adalah campuran homogeny dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing masing zat penyusunnya tidak dapat di bedakan lagi secara fisik, bener ga?”

“Wih bener, pinter nih calon pacarnya Jordan”

“Hah? Ngomong apa ka? Hahaha”

“Gak ada siaran ulang ya, derita kamu kalau gak ngedenger”

“Dasar kaka nyebelin”

Semakin hari semakin sering aku di ajarkan olehnya semakin dekat waktu aku untuk mengikuti lomba cerdas cermat antar kelas, akupun semakin tegang tinggal menghitung hari dari sini juga aku dekat dengannya, rasanya senang sekali aku bisa dekat dengannya walau mungkin hanya bisa di hitung beberapa minggu lagi dia akan mendapatkan beasiswa dan dia akan pergi jauh meninggalkanku, aku sangat menyukainya bahkan perasaan sayangku cuman di berikan terhadapnya, bukanlah pacarku. Saat itu orang tuaku mengenalnya kata orang tuaku dia sesosok lelaki yang baik yang bisa menjadi pacarku, mereka tidak tau bahwa aku sudah mempunyai pacar, lalu aku iseng membuka twitter sudah lama aku tidak membuka twitterku

Cie yang sedang dekat dengan sang pujaan *colek @tiamelias

Iya dongya=)) RT @putriptr3: Wah si tia suka sama yang kamu omongin RT @anelli_a: Cie yang sedang dekat dengan sang pujaan *colek @tiamelias

@putriptr3 @anelli_a kalian jangan frontal di sini entar kalau ada yang liat gimana entar masalah sut ah jangan pimasalaheun ah=))

Eh sutya jangan comel=)) RT @anelli_a: si ka….. RT @tiamelias: @putriptr3 @anelli_a kalian jangan frontal di sini entar kalau ada yang liat gimana

Heh kamu jangan ah-__- RT @anelli_a: comel ah=)) RT @tiamelia: Eh sutya jangan comel=)) RT @anelli_a: si ka….. RT @tiamelias: @putriptr3 @anelli

Okay exit dulu ya ~(^o^~)(~^o^)~RT @anelli_a: iya atuh bro=)) RT @tiamelias: Heh kamu jangan ah-__- RT @anelli_a: comel ah=)) RT @tiamelia:

Exit tweeps, gnite yah yang disana yang ngajarin aku =)))) *tutupmuka*

 Saat ini aku di kejutkan saat aku di ajak main olehnya, akupun segera siap siap dia mengajakku nonton sebelum besok aku mengikuti cerdas cermat antar kelas, akupun bersiap siap soalnya entar di jemput pada jam 7 malem, akupun telah mendapatkan izin untuk pergi bersamanya entah mengapa hari ini aku senang walau 50 hari lagi dia akan berangkat ke luar sana, makanya kesempatan ini jangan sampai aku tunda, saat setelah aku bersiap siap aku melihat di jendela dia telah menemputku lalu aku cepat cepat turun tangga izin pamit sama mamah

“Mamah aku pamit dulu yah, aku sudah cantik belum?”

“Kamu udah cantik udah jangan banyak gaya ah cuman nonton gini”

“Hah? Dasar kaka nyebelin banget”

“Biarin, izin mau pergi sama Tia yah tante, pamit dulu”

“Iya hati hati, jangan terlalu malem pulangnya yah”

“Sebelum pamit foto aku dong sama Tia tante”

“Dasar anak muda zaman sekarang”

“Ayo siap bergaya ti”

“1..2..3”

“PEACE!!”

Aku lihat dia memang terlihat baik dan orang tuaku begitu senang dekat dengannya, akhirnya aku di ajak nonton olehnya, saat di motor akupun diem dia wangi sekali aku sama sekali grogi sekali aku harus gimana ngomong apa, sesampainya di tempat tujuan akhirnya aku memutuskan untuk menonton filem “Agust Rush” disitu aku nonton filemnya cuku sedih jadi ada orang suka pada pandangan oertama akhirnya di pisahkan karna kurang setujunya papah cewenya, jadi mereka di pisahkan setelah itu anak mereka di temukan saat tampil di sebuah acara, gatau sih akhirnya gimana yang jelas ketemu memang ini cerita ngenggantung banget jadi kurang jelas gimana akhir dari cerita tersebut, setelah nonton aku menabrak cowo yang jelas itu pacarku lalu aku menarik ka Jordan untuk lari dan pacarku mengejarku, lalu saat itu balap pun terjadi dan akhirnya pacarku bisa menyusul ka Jordan dan memberhentikan ka Jordan

“Kamu beraninya yah di belakang jalan sama cowo lain hah, Tia!!”

“Maafin aku, ka Rizal maafkan aku”

“Heh kamu ngaca dong dia udah punya pacar dia udah punya aku!”

“Maaf aku bakalan jauhin dia, maaf atas kesalahanku”

“Ka Jordan, jangan pergi! Maafin aku!”

“Sudah kamu ikut denganku!”

Entah mengapa aku merasa salah terhadap ka Jordan maafkan aku ka, aku salah sebelumnya aku tidak memberi tahu kalau aku sudah ada yang punya tapi aku sukanya sama ka Jordan akhirnya aku dateng ke rumah dengan wajah sedih, aku merasa binggung besok aku harus gimana aku engga mau jauh dari ka Jordan, aku menyukainya mencintainya dari awal bertemu, aku menunggu walau semu tapi aku ingin ka Jordan, akhirnya cerdas cermat pun di mulai aku menunggu ka Jordan ternyata dia tidak muncul juga aku hanya bisa terdiam, setelah cerdas cermat akhirnya aku juara setelah itu aku kembali duduk di atas genteng, aku lihat ada sesosok ka Jordan dia menghampiriku lalu dia duduk di sebelahku

“Kamu kenapa engga pernah bilang kalau kamu udah punya pacar?”

“Maaf, aku tidak pernah bilang hal seperti itu sebelumnya maafkan aku ka”

“Aku sekarang menghindar yah, aku gak mau jadi pengganggu hubungan kalian”

“Aku gamau kaka menghindar, ka lihat aku juara loh juara kedua, gak kasih selamat atuh ya, makasih udah mau ngajarin aku”

“Iya selamat, mulai sekarang aku menghindar, bye

“KAKA!!”

Setelah itu dia menjauh dari hidupku, aku nyapa tidak pernah dia jawab bahkan aku menjuarai banyak lomba dia engga memberiku selamat, aku sama dia benar benar menjauh aku binggung sekarang, percuma aku pacaran kalau di cuekin gak di kasih kabar bahkan akupun engga pernah dianggap ada olehnya dia sibuk dengan dunianya, bahkan dia gapernah anggap aku ada sekarang aku harus bagaimana, aku gabisa diem gini terus aku gabisa, aku binggung sama kondisiku sekarang aku binggung, akhirnya aku pergi melayat ke kuburan kakaku lalu aku bicara

“Ka, sekarang mamah sibuk sama urusan bisnis bajunya, papah sibuk sama urusan kantornya soalnya papah mendapat jabatan lebih tinggi terus Anel sekarang sibuk sama OSIS dan juga pacarku ka Rizal, sibuk aku engga tau harus gimana kaka aku gabisa ngatasin ini sendiri aku butuh kaka, kaka ayolah bangkit ka…aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya, aku mencintai ka Jordan ka”

Kataku sambil menangis, aku ngerasa engga punya siapa siapa lagi aku binggung aku harus gimana aku binggung, inilah perasaan yang engga bisa aku bohongi bahwa aku mencintai ka Jordan seutuhnya, karna ku tau perasaan tidak bisa di bohongi

Sudah 10 hari aku tanpanya, sudah berapa hari tanpanya aku merasa sendiri aku tidak bisa menjalankan semua kegiatanku, waktu hanya sebentah lagi untuk bertemunya, semakin hari semakin sebentar semakin cepat menghitung hari, aku memang terlalu bodoh dengan sikapku, aku egois memang itulah aku

“Ti, ke Gokana yuk! Laper nih”

“Oke, tapi aku malas naik angkot, numpang naik motor sama kamu yah nel”

“Silahkan, yu sekarang pergi”

Lalu selama perjalanan aku menceritakan tentang perasaanku terhadap Jordan, selama di perjalanan itu aku habiskan untuk menceritakan bagaimana perasaanku terhadap Jordan, orang yang dapat mengubahku menjadi arah yang lebih baik orang dapat mengubahku menjadi orang yang hebat, hanya karna cinta yang membuatku seperti ini hanya karna adanya dia aku pun menjadi lebih baik, aku cukup terimakasih padanya karna dialah aku seperti ini, pertemuan di saat aku di remedial pertemuan di atas atap genteng berawal dari dia menyanyi, berawal dari niat akhirnya aku bisa menjadi seperti ini

“Ti, coba perhatikan itu kan pacar kamu? Ngapain dia sama Mutia?”

“Turunkan aku disini!”

“Ti, kita…”

“Hey ka, hey Mutia! Gak nyangka yah di belakang kalian berdua itu!”

“Loh kata ka Rizal, katanya kamu udah putus sama dia”

“Bagus! Memang sudah, sekarang kita putus ka! Pergi jauh dari hidup aku!”

“Tapi ti, maa…”

“Aku benci kamu selamanya ka”

Akhirnya aku pergi, awalnya aku curiga mengapa dia begitu sibuk mengapa dia begitu tak membutuhkanku lagi, ternyata dia pacaran sama temen lesku, sungguh terluka perasaanku saat ini aku memang bodoh terlalu percaya dengannya, dia membuatku terluka untuk saat ini sungguh terluka, entah mengapa aku begitu membencinya sangat membencinya untuk sekarang dan seterusnya

Lalu di sekolah diadakan pentas seni, di butuhkan orang untuk menyanyi lalu entah mengapa Anel sangat membujukku untuk mengikuti pentas seni ini, akhirnya aku terima tawarannya, dan latihan pada jam sepulang sekolah dan pada akhirnya aku mengikuti latihan menyanyi ini dengan giat, entah mengapa aku sangat menyukai sebuah music sangat menyukai music, ini akan menjadi hal baru di kehidupanku sekarang memang ada kalanya aku menyukai sesuatu yang baru, saat yang lain pulang akupun duduk di ruang kesenian sendiri mengingat kejadian saat bertemu ka Jordan dia sedang menyanyikan lagu kebetulan aku juga hafal dengan lagu tersebut lalu aku mencoba menyanyikan lagu tersebut

And with every step together, we just keep on getting better, so can I have this dance can I have this dance, can I have this dance, can I have this dance…

“Suara kamu bagus juga yah”

            “Ah, ka Jordan? Bukanya kaka membenciku yah?”

            “Tidak akan pernah untuk membencimu cantik”

            “Tidak akan pernah?”

            “Ya tentu saja tidak akan pernah”

            “Kak..”

            “Apa?”

            “Kaka tau gak? Bahwa kaka itu orang yang sangat special untukku”

            “Kamu juga sangat special dan sangat berarti”

            “Ayo lanjutkan nyanyinya, bukan malah ngomong gapenting ka”

            Lalu aku tersenyum bahagia, akhirnya aku dapat mengatakan sebagian hatiku walau belum semuanya aku katakan padanya, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintainya hanya itu dan berharap menjadi bagian terpenting untuk hidupnya

 

 

 

 

 

THREE

You know all of things i’ve said, You know all of things that we have done, And things i’ve gave to you ,There’s a chance for me to say, How precious you are in my life, And you know that it’s true, To be with you is all that i need, Cause with you , My life seems brighter, And these are all the things i wanna say, I will fly into your arms, And be with you ‘til the end of time, Why are you so far away, You know it’s very hard for me, To get my self close to you” (Ten 2 Five – I will fly)

                Setelah aku menyanyi akhirnya aku pulang bersama Anel, mana mungkin aku pulang sendiri pada malam ini, lalu pada akhirnya aku senang hanya saja tidak ada kehadiran sesosok yang aku inginkan yang sedang mempersiapkan dirinya untuk pergi beasiswa ke negara Inggris karna waktunya sudah 2hari lagi siapa lagi kalau bukan Jordan, saat di perjalanan hujan besar pada akhirnya terjadi kecilakaan hebat menimpa aku dan Anel, tanpaknya aku belum juga sadar, setelah itu Anel sadar dia hanyalah pingsan, lalu saat esok hari Anel terdiam duduk di atas genteng sekolah menunggu sesosok Jordan, pada akhirnya sesosok orang di tunggunyapun hadir di hadapannya sambil heran

            “Mana temanmu Tia? Tanpaknya matamu bengkak?”

            “Di rumah sakit, di mengalami musibah dan sampai sekarang belum sadar”

            “Aku ingin menjenguknya sekarang juga, kau ikut bersamaku”

            “Aku berangkat sendiri aku membawa kendaraanku sendiri”

            Mereka pergi, lalu Anel menunjukan jalan dimana rumah sakitnya, lalu disitu ada mamahku dia menangis memeluk Anel, lalu tanpaknya ada hal aneh saat itulah Jordan menanyakan apa yang terjadi

            “Tante Nindy, dimana Om?”

            “Dia pingsan, karna mendengar kabar Tia..”

            “Memangnya ada apa dengan tia? Beri tahu aku tante!!!”

            “Dia meninggal..”

            “Dimana Tia tante? Aku ingin melihatnya”

            “Di sana”

            Lalu Anel dan Jordan pun pergi menyusulnya, terlihat sesosok Tia yang telah di tutup oleh selimut perlahan lahan Jordan membuka selimutnya, melihat sesosok Tia yang sudah menutup mata hidungnya telah di tutupi oleh sebuah kapas, diam tak berdaya setelah itulah Anel dan Jordan menangis, lalu besok dia akan di makamkan, dia lalu Anel dan Jordan ikut pergi, Jordan seolah tidak percaya dengan kejadian ini dia hanya terdiam sambil mengeluarkan air matanya yang membasahi pipinya lalu memegang tangan mungil Tia sambil di peluknya, ketika itu Anel mengajaknya pergi keluar

            “Aku ingin membicarakan sesuatu terhadapmu Jordan”

            “Apa?”

            “Aku ingin menyampaikan bahwa Tia mencintaimu, dia telah mengubah dirinya menjadi apa yang kamu mau, dia dulu tidak terkenal lalu ketika dia memandangmu saat pertama dia suka padamu lalu kamu memang ingin perempuan yang pintar lalu dia mengubah dirinya menjadi apa yang kamu inginkan dia mengikuti beberapa lomba dengan semangatnya penuh dia mengikutinya, hanya demi kamu tapi…..”

            “Aku juga mencintainya! Tapi apa? Beri tahu aku!!”

            “Tapi dia ingin kamu melihat perubahanya, dia berharap kamu melihatnya ketika dia mengikuti lomba lomba berharap juga kamu memberikan ucapan selamat, dia hanya ingin itu dia sangat senang denganmu”

            “Aku juga menyukainya saat pertama dia duduk di ruang guru mengerjakan remedial dia tersenyum padaku, entah mengapa aku begitu tertarik padanya…”

            “Maafkan aku, kalau saja aku tidak mengatarnya pulang mungkin tidak ada kejadian seperti ini, maafkan aku aku sangat….”

            “Sudah jangan menyalahkan diri sendiri, memang pada akhirnya seperti ini, ini takdir jangan salahkan dirimu sendiri, biarkan dia tenang disana yah”

            “Hiks.. aku harap kamu membuka twitternya dia menulis tentang kamu disitu ini nama twitternya @tiamelias”

            “Terima kasih”

            Malam tiba,  Jordan membuka twitternya Tia, dia melihat beberapa posting tweet yang berisi tentangnya memang selama ini dia menyukainya, tanpa mereka sadari mereka saling mencintai mereka tidak pernah sadar

Andai dia tahu perasaanku bagaimana, aku ingin dia tahu bagaimana perasaan sukaku terhadapnya itu sudah lebih dari cukup :-“

Melewati kelasnya melihat dia mengunakan jaket item, tampak ganteng dimataku=))

Kaka kelas yang menyanyi di ruang kesenian mana nih kok tak kunjung datang? Lalala aku menunggumu ka, Hahaha:’(

H-10 keberangkatan dia ke Inggris, belum sempat aku mengatakan perasaanku padanya

Pagi menjadi siang, siang menjadi sore, sore menjadi malam, dan semua itu memang ada prosesnya seperti hidup yang tak selamanya berjalan sempurna, terkadang hidup itu berjalan dengan buruk tetapi tidak selamanya buruk hidup itu mempunyai sisi baiknya, kehidupan inilah yang memberikan pelajaran agar kita lebih baik walau hanya bersififat sementara

Lalu terbuka posting tweet terakhirnya

Thanks for everything ka Jordan..

Saat itulah Jordan sadar betapa menyesalnya dia tidak mengungkapkan perasaan yang ingin dia katakan, lalu dia menangis sambil memandang sebuah foto dengan sesosok Tia, dia menangis penuh dengan rasa menyesal, lalu saat itu semua teman dekatnya menangis termaksud Jordan, dia hanya terdiam selama perjalanan ke makam Tia, lalu tia di kuburkan di bacakan doa memang Jordan tidak menyangka dia akan pergi begitu cepat dan saat orang lain sudah pergi hanya Jordan sendiri

“Tia, kaka engga percaya kamu bakalan ninggalin kaka sendirian, kaka sangat mencintaimu kaka suka dengan senyumanmu, kaka suka semuanya padahal kaka akan menyatakan perasaan kaka padamu sehari sebelum kaka berangkat, kaka sangat menyesal kaka telat menyatakan perasaan ini, aku akan menjawab ucapan kamu di twitter Urwel, and thanks for everything to Tia Amelia Sari. I love you forever”

Sudah dia mengatakan hal ini dia pergi meninggalkan makam Tia sambil mencium nisan yang bertuliskan namanya, setelah itu dia ikhlas dengan kepergiannya walau dia tidak akan mungkin melupakan kejadian bersamanya, dan dia sangat berterima kasih padanya karna dialah yang mengajarkan dirinya tentang cinta, lalu pihak sekolah memanggil Laksmi untuk menjadi pengganti Tia untuk tampil story telling

Dan.. setidaknya karna Jordanlah Tia mengubah dirinya menjadi baik, karna cintanya yang kuat mampu merubah segalanya, karna cinta dapat merubah segalanya yang buruk menjadi baik, itulah cinta sesungguhnya..

“A Little Too Not Over You”

Oohhhh oh, oh..

It never crossed my mind at all.
It’s what I tell myself.
What we had has come and gone.
You’re better off with someone else.
It’s for the best, I know it is.
But I see you.
Sometimes I try to hide
What I feel inside,
And I turn around.
You’re with him now.
I just can’t figure it out.

Tell me why you’re so hard to forget.
Don’t remind me, I’m not over it.
Tell me why I can’t seem to face the truth.
I’m just a little too not over you.
Not over you….

Memories, supposed to fade.
What’s wrong with my heart?
Shake it off, let it go.
Didn’t think it’d be this hard.
Should be strong, movin’ on.
But I see you.
Sometimes I try to hide
What I feel inside.
And I turn around,
You’re with him now.
I just can’t figure it out.

Tell me why you’re so hard to forget.
Don’t remind me, I’m not over it.
Tell me why I can’t seem to face the truth.
I’m just a little too not over you.

Maybe I regret everything I said,
No way to take it all back, yeah…
Now I’m on my own..
How I let you go, I’ll never understand.
I’ll never understand, yeah, oohh..
Oohhh, oohhh, oohhhh..
Oohhh, ooohhhh, oohhh.

Tell me why you’re so hard to forget.
Don’t remind me, I’m not over it.
Tell me why I can’t seem to face the truth.
I’m just a little too not over you.

Tell me why you’re so hard to forget.
Don’t remind me, I’m not over it.
Tell me why I can’t seem to face the truth.
And I really don’t know what to do.
I’m just a little too not over you.
Not over you, oohhh..

"jenius is 1% inspiration and 99% perspiration. Nothing can replace hard work. Luck is what happens when opportunity meets with preparedness"

- Thomas A. Edison